Oleh: isheti | Juni 9, 2010

BIO 4

TEORI EVOLUSI
TEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAH
Sebagian orang yang pernah mendengar “teori evolusi” atau “Darwinisme” mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Filsafat tersebut adalah “materialisme”, yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta.

Di abad ke-20, teori evolusi telah terbantahkan tidak hanya oleh ilmu biologi molekuler, tapi juga oleh paleontologi, yakni ilmu tentang fosil. Tidak ada sisa fosil yang mendukung evolusi yang pernah ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di seluruh penjuru dunia

Fosil adalah sisa jasad makhluk hidup yang pernah hidup di masa lampau. Bentuk dan susunan kerangka makhluk hidup, yang tubuhnya segera terlindungi dari sentuhan udara, dapat terawetkan secara utuh. Sisa kerangka ini memberi kita keterangan tentang sejarah kehidupan di bumi. Jadi, catatan fosil lah yang memberikan jawaban ilmiah terhadap pertanyaan seputar asal usul makhluk hidup.

PENDAPAT DARWIN

Teori evolusi menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang beraneka ragam berasal dari satu nenek moyang yang sama. Menurut teori ini, kemunculan makhluk hidup yang begitu beragam terjadi melalui variasi-variasi kecil dan bertahap dalam rentang waktu yang sangat lama. Teori ini menyatakan bahwa awalnya makhluk hidup bersel satu terbentuk. Selama ratusan juta tahun kemudian, makhluk bersel satu ini berubah menjadi ikan dan hewan invertebrata (tak bertulang belakang) yang hidup di laut. Ikan-ikan ini kemudian diduga muncul ke daratan dan berubah menjadi reptil. Dongeng ini pun terus berlanjut, dan seterusnya sampai pada pernyataan bahwa burung dan mamalia berevolusi dari reptil.

Seandainya pendapat ini benar, mestinya terdapat sejumlah besar “spesies peralihan” (juga disebut sebagai spesies antara, atau spesies mata rantai) yang menghubungkan satu spesies dengan spesies yang lain yang menjadi nenek moyangnya. Misalnya, jika reptil benar-benar telah berevolusi menjadi burung, maka makhluk separuh-burung separuh-reptil dengan jumlah berlimpah mestinya pernah hidup di masa lalu. Di samping itu, makhluk peralihan ini mestinya memiliki organ dengan bentuk yang belum sempurna atau tidak lengkap. Darwin menamakan makhluk dugaan ini sebagai “bentuk-bentuk peralihan antara”.

Skenario evolusi juga mengatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, di kemudian hari merubah diri mereka sendiri menjadi amfibi yang dapat hidup di darat. (Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air, seperti katak). Tapi, sebagaimana yang ada dalam benak Anda, skenario ini pun tidak memiliki bukti. Tak satu fosil pun yang menunjukkan makhluk separuh ikan separuh amfibi pernah ada.

Dia saat mengemukakan teori ini, ia tidak dapat menunjukkan bukti-bukti fosil bentuk peralihan ini. Dengan kata lain, Darwin sekedar menyampaikan dugaan yang tanpa disertai bukti.

COELACANTH TERNYATA MASIH HIDUP

Hingga 70 tahun yang lalu, evolusionis mempunyai fosil ikan yang mereka yakini sebagai “nenek moyang hewan-hewan darat”. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan meruntuhkan seluruh pernyataan evolusionis tentang ikan ini. Ketiadaan fosil bentuk peralihan antara ikan dan amfibi adalah fakta yang juga diakui oleh para evolusionis hingga kini. Namun, sampai sekitar 70 tahun yang lalu, fosil ikan yang disebut coelacanth diterima sebagai bentuk peralihan antara ikan dan hewan darat. Evolusionis menyatakan bahwa coelacanth, yang diperkirakan berumur 410 juta tahun, adalah bentuk peralihan yang memiliki paru-paru primitif, otak yang telah berkembang, sistem pencernaan dan peredaran darah yang siap untuk berfungsi di darat, dan bahkan mekanisme berjalan yang primitif. Penafsiran evolusi ini diterima sebagai kebenaran yang tak perlu diperdebatkan lagi di dunia ilmiah hingga akhir tahun 1930-an.

Namun, pada tanggal 22 Desember 1938, penemuan yang sangat menarik terjadi di Samudra Hindia. Seekor ikan dari famili coelacanth, yang sebelumnya diajukan sebagai bentuk peralihan yang telah punah 70 juta tahun yang lalu, berhasil ditangkap hidup-hidup! Tak diragukan lagi, penemuan ikan coelacanth “hidup” ini memberikan pukulan hebat bagi para evolusionis. Ahli paleontologi evolusionis, J. L. B. Smith, mengatakan ia tidak akan terkejut lagi jika bertemu dengan seekor dinosaurus yang masih hidup. (Jean-Jacques Hublin, The Hamlyn Encyclopædia of Prehistoric Animals, New York: The Hamlyn Publishing Group Ltd., 1984, hal. 120). Pada tahun-tahun berikutnya, 200 ekor coelacanth berhasil ditangkap di berbagai tempat berbeda di seluruh dunia.

BERAKHIRNYA SEBUAH MITOS
Coelacanth ternyata masih hidup! Tim yang menangkap coelacanth hidup pertama di Samudra Hindia pada tanggal 22 Desember 1938 terlihat di sini bersama ikan tersebut

Keberadaan coelacanth yang masih hidup mengungkapkan sejauh mana evolusionis dapat mengarang skenario khayalan mereka. Bertentangan dengan pernyataan mereka, coelacanth ternyata tidak memiliki paru-paru primitif dan tidak pula otak yang besar. Organ yang dianggap oleh peneliti evolusionis sebagai paru-paru primitif ternyata hanyalah kantung lemak. (Jacques Millot, “The Coelacanth”, Scientific American, Vol 193, December 1955, hal. 39). Terlebih lagi, coelacanth, yang dikatakan sebagai “calon reptil yang sedang bersiap meninggalkan lautan untuk menuju daratan”, pada kenyataannya adalah ikan yang hidup di dasar samudra dan tidak pernah mendekati rentang kedalaman 180 meter dari permukaan laut. (Bilim ve Teknik (Science and Technology), November 1998, No. 372, hal. 21).

MANUSIA BERAHANG KERA

Tengkorak Manusia Piltdown dikemukakan kepada dunia selama lebih dari 40 tahun sebagai bukti terpenting terjadinya “evolusi manusia”. Akan tetapi, tengkorak ini ternyata hanyalah sebuah kebohongan ilmiah terbesar dalam sejarah.

Rekonstruksi tengkorak manusia Piltdown yang pernah
diperlihatkan di berbagai museum

Pada tahun 1912, seorang dokter terkenal yang juga ilmuwan paleoantropologi amatir, Charles Dawson, menyatakan dirinya telah menemukan satu tulang rahang dan satu fragmen tengkorak dalam sebuah lubang di Piltdown, Inggris. Meskipun tulang rahangnya lebih menyerupai kera, gigi dan tengkoraknya menyerupai manusia. Spesimen ini diberi nama “Manusia Piltdwon”. Fosil ini diyakini berumur 500.000 tahun, dan dipamerkan di berbagai museum sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, banyak artikel ilmiah telah ditulis tentang “Manusia Piltdown”, sejumlah besar penafsiran dan gambar telah dibuat, dan fosil ini diperlihatkan sebagai bukti penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktoral telah ditulis tentang masalah ini. (Malcolm Muggeridge, The End of Christendom, Grand Rapids, Eerdmans, 1980, hal. 59.)

Pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British Museum mencoba melakukan “uji fluorin”, sebuah cara uji baru untuk menentukan umur sejumlah fosil kuno. Pengujian dilakukan pada fosil Manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama pengujian, diketahui ternyata tulang rahang Manusia Piltdown tidak mengandung fluorin sedikit pun. Ini menunjukkan tulang tersebut telah terkubur tak lebih dari beberapa tahun yang lalu. Sedangkan tengkoraknya, yang mengandung sejumlah kecil fluorin, menunjukkan umurnya hanya beberapa ribu tahun.

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa Manusia Piltdown merupakan penipuan ilmiah terbesar dalam sejarah. Ini adalah tengkorak buatan; tempurungnya berasal dari seorang lelaki yang hidup 500 tahun yang lalu, dan tulang rahangnya adalah milik seekor kera yang belum lama mati! Kemudian gigi-giginya disusun dengan rapi dan ditambahkan pada rahang tersebut, dan persendi-annya diisi agar menyerupai pada manusia. Kemudian seluruh bagian ini diwarnai dengan potasium dikromat untuk memberinya penampakan kuno.

Le Gros Clark, salah seorang anggota tim yang mengungkap pemalsuan ini, tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya dan mengatakan: “bukti-bukti abrasi tiruan segera tampak di depan mata. Ini terlihat sangat jelas sehingga perlu dipertanyakan – bagaimana hal ini dapat luput dari penglihatan sebelumnya?” (Stephen Jay Gould, “Smith Woodward’s Folly”, New Scientist, 5 April 1979, hal. 44) Ketika kenyataan ini terungkap, “Manusia Piltdown” dengan segera dikeluarkan dari British Museum yang telah memamerkannya selama lebih dari 40 tahun.

Manusia Piltdown merupakan pemalsuan yang dilakukan dengan merekatkan rahang kera pada tengkorak manusia

Skandal Piltdown dengan jelas memperlihat-kan bahwa tidak ada yang dapat menghentikan para evolusionis dalam rangka membuktikan teori-teori mereka. Bahkan, skandal ini menunjukkan para evolusionis tidak memiliki penemuan apa pun yang mendukung teori mereka. Karena mereka tidak memiliki bukti apa pun, mereka memilih untuk membuatnya sendiri.

KEKELIRUAN PEMIKIRAN TENTANG REKAPITULASI

Teori Haeckel ini menganggap bahwa embrio hidup mengalami ulangan proses evolusi seperti yang dialami moyang-palsunya. Haeckel berteori bahwa selama perkembangan di dalam rahim ibunya, embrio manusia kali pertama memperlihatkan sifat-sifat seekor ikan, lalu reptil, dan akhirnya manusia.

Sejak itu telah dibuktikan bahwa teori ini sepenuhnya omong kosong. Kini telah diketahui bahwa “insang-insang” yang disangka muncul pada tahap-tahap awal embrio manusia ternyata adalah taraf-taraf awal saluran telinga dalam, kelenjar paratiroid, dan kelenjar gondok. Bagian embrio yang diserupakan dengan “kantung kuning telur” ternyata kantung yang menghasilkan darah bagi si janin. Bagian yang dikenali sebagai “ekor” oleh Haeckel dan para pengikutnya sebenarnya tulang belakang, yang mirip ekor hanya karena tumbuh mendahului kaki.
Inilah fakta-fakta yang diterima luas di dunia lmiah, dan bahkan telah diterima oleh para evolusionis sendiri. Dua pemimpin neo-Darwinis, George Gaylord Simpson dan W. Beck telah mengakui:

Haeckel keliru menyatakan azas evolusi yang terlibat. Kini telah benar-benar diyakini bahwa ontogeni tidak mengulangi filogeni

Segi menarik lain dari “rekapitulasi” adalah Ernst Haeckel sendiri, seorang pemalsu yang mereka-reka gambar-gambar demi mendukung teori yang diajukannya. Pemalsuan Haeckel bermaksud menunjukkan bahwa embrio-embrio ikan dan manusia mirip satu sama lain.

Pada terbitan 5 September 1997 majalah ilmiah Science, sebuah artikel diterbitkan yang mengungkapkan bahwa gambar-gambar embrio Haeckel adalah karya penipuan. Artikel berjudul “Haeckel’s Embryos: Fraud Rediscovered” (Embrio-embrio Haeckel: Mengungkap Ulang Sebuah Penipuan) ini mengatakan:

Kesan yang dipancarkan [gambar-gambar Haeckel] itu, bahwa embrio-embrio persis serupa, adalah keliru, kata Michael Richardson, seorang ahli embriologi pada St. George’s Hospital Medical School di London… Maka, ia dan para sejawatnya melakukan penelitian perbandingan, memeriksa kembali dan memfoto embrio-embrio yang secara kasar sepadan spesies dan umurnya dengan yang dilukis Haeckel. Sim salabim dan perhatikan! Embrio-embrio “sering dengan mengejutkan tampak berbeda,” lapor Richardson dalam Anatomy and Embryology terbitan Agustus [1997]. Pada terbitan 5 September 1997 majalah ilmiah Science, sebuah artikel diterbitkan yang mengungkapkan bahwa gambar-gambar embrio Haeckel adalah karya penipuan. Artikel berjudul “Haeckel’s Embryos: Fraud Rediscovered” (Embrio-embrio Haeckel: Mengungkap Ulang Sebuah Penipuan) ini mengatakan:

Kesan yang dipancarkan [gambar-gambar Haeckel] itu, bahwa embrio-embrio persis serupa, adalah keliru, kata Michael Richardson, seorang ahli embriologi pada St. George’s Hospital Medical School di London… Maka, ia dan para sejawatnya melakukan penelitian perbandingan, memeriksa kembali dan memfoto embrio-embrio yang secara kasar sepadan spesies dan umurnya dengan yang dilukis Haeckel. Sim salabim dan perhatikan! Embrio-embrio “sering dengan mengejutkan tampak berbeda,” lapor Richardson dalam Anatomy and Embryology terbitan Agustus [1997].

Penelitian di tahun-tahun terakhir telah menunjukkan bahwa embrio-embrio dari spesies yang berbeda tidak saling mirip, seperti yang ditunjukkan Haeckel. Perbedaan besar di antara embrio-embrio mamalia, reptil, dan kelelawar di atas adalah contoh nyata hal ini

Science menjelaskan bahwa, demi menunjukkan bahwa embrio-embrio memiliki kemiripan, Haeckel sengaja menghilangkan beberapa organ dari gambar-gambarnya atau menambahkan organ-organ khayalan. Belakangan, di dalam artikel yang sama, informasi berikut ini diungkapkan:

Bukan hanya menambahkan atau mengurangi ciri-ciri, lapor Richardson dan para sejawatnya, namun Haeckel juga mengubah-ubah ukuran untuk membesar-besarkan kemiripan di antara spesies-spesies, bahkan ketika ada perbedaan 10 kali dalam ukuran. Haeckel mengaburkan perbedaan lebih jauh dengan lalai menamai spesies dalam banyak kesempatan, seakan satu wakil sudah cermat bagi keseluruhan kelompok hewan. Dalam kenyataannya, Richardson dan para sejawatnya mencatat, bahkan embrio-embrio hewan yang berkerabat dekat seperti ikan cukup beragam dalam penampakan dan urutan perkembangannya.

Artikel Science membahas bagaimana pengakuan-pengakuan Haeckel atas masalah ini ditutup-tutupi sejak awal abad ke-20, dan bagaimana gambar-gambar palsu ini mulai disajikan sebagai fakta ilmiah di dalam buku-buku acuan:

Pengakuan Haeckel lenyap setelah gambar-gambarnya kemudian digunakan dalam sebuah buku tahun 1901 berjudul Darwin and After Darwin (Darwin dan Sesudahnya) dan dicetak ulang secara luas di dalam buku-buku acuan biologi berbahasa Inggris.

Singkatnya, fakta bahwa gambar-gambar Haeckel dipalsukan telah muncul di tahun 1901, tetapi seluruh dunia ilmu pengetahuan terus diperdaya olehnya selama satu abad.

TATKALA MANUSIA MENCARI NENEK MOYANGNYA

Walaupun para evolusionis tidak berhasil menemukan bukti ilmiah untuk mendukung teori mereka, mereka sangat berhasil dalam satu hal: propaganda. Unsur paling penting dari propaganda ini adalah gambar-gambar palsu dan bentuk tiruan yang dikenal dengan “rekonstruksi”.

Rekonstruksi dapat diartikan sebagai membuat lukisan atau membangun model makhluk hidup berdasarkan satu potong tulang yang ditemukan dalam penggalian. “Manusia-manusia kera” yang kita lihat di koran, majalah atau film semuanya adalah rekonstruksi.

Ketika mereka tidak mampu menemukan makhluk “setengah manusia setengah kera” dalam catatan fosil, mereka memilih membohongi masyarakat dengan membuat gambar-gambar palsu.

Persis seperti pernyataan evolusionis yang lain tentang asal-usul makhluk hidup, pernyataan mereka tentang asal-usul manusia pun tidak memiliki landasan ilmiah. Berbagai penemuan menunjukkan bahwa “evolusi manusia” hanyalah dongeng belaka

Darwin mengemukakan pernyataannya bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama dalam bukunya The Descent of Man yang terbit tahun 1971. Sejak saat itu, para pengikut Darwin telah berusaha untuk memperkuat kebenaran pernyataan tersebut. Tetapi, walaupun telah melakukan berbagai penelitian, pernyataan “evolusi manusia” belum pernah dilandasi oleh penemuan ilmiah yang nyata, khususnya di bidang fosil.

Penemuan ini jelas menunjukkan pendapat tentang sifat-sifat perolehan yang terkumpul dari satu keturunan ke turunan berikutnya, sehingga memunculkan spesies baru, tidaklah mungkin. Dengan kata lain, mekanisme seleksi alam rumusan Darwin tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Jadi, teori evolusi Darwin sesungguhnya telah ambruk sejak awal di abad ke-20 dengan ditemukannya ilmu genetika. Segala upaya lain dari para pendukung evolusi di abad ke-20 selalu gagal.

Teori evolusi menyatakan bahwa kelompok makhluk hidup yang berbeda-beda (filum) terbentuk dan berkembang dari satu nenek moyang bersama, dan berubah menjadi bentuk yang semakin berbeda satu sama lain seiring berlalunya waktu. Gambar paling atas menampilkan pernyataan ini, yang dapat digambarkan menyerupai proses percabangan pohon. Namun, fakta catatan fosil malah membuktikan kebalikannya. Sebagaimana diperlihatkan gambar paling bawah, beragam kelompok makhluk hidup muncul serentak dan tiba-tiba dengan ciri tubuh masing-masing yang khas. Sekitar 100 filum mendadak muncul di zaman Kambrium. Setelah itu, jumlah mereka menurun (karena punahnya sejumlah filum) , dan bukannya meningkat.
Evolusi KUda
EVOLUSI KUDA
PERHATIKAN PERUBAHAN YANG TERJADI PADA
- JUMLAH JARI
- UKURAN GIGI
- JARAK MATA DENGAN MULUT
- ROTASI TUBUH
- ZAMAN GEOLOGI

(HYRACOTHERIUM)

EOHIPPUS – MESSOHIPPUS – MERRYHYPPUS – PLIOHIPPUS – EQUUS
(sorry artinya MESO dulu baru MERRY)
Berikut juga disertakan gambar fosil dalam Foto Asli kuda Hiracotherium /Eohippus Kuda zaman Eosin (56 Juta tahun yang lalu)
TEORI ABIOGENESIS
Tokoh teori Abiogenesis adalah Aristoteles (384-322 SM). Dia adalah seorang filosof dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Teori Abiogenesis ini menyatakan bahwa makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari benda mati.
Sebenarnya Aristoteles mengetahui bahwa telur-telur ikan apabila menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari Lumpur.
Bagaimana cara terbentuknya makhluk tersebut ? Menurut pengzanut paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja atau secara spontan. Oleh sebab itu, paham atau teori abiogenesis ini disebut juga paham generation spontaneae.
Jadi, kalau pengertian abiogenesis dan generation spontanea kita gabungkan, mak pendapat paham tersebut adalah makhluk hidup yang pertama kali di bumi tersebut dari benda mati / tak hidup yang terkjadinya secara spontan, misalnya :
1. ikan dan katak berasal dari Lumpur.
2. Cacing berasal dari tanah, dan
3. Belatung berasal dari daging yang membusuk.
Paham abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (Ratusan Tahun Sebelum Masehi) hingga pertengahan abad ke-17.
Pada pertengahan abad ke-17, Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka
TEORI ABIOGENESIS
Tokoh teori Abiogenesis adalah Aristoteles (384-322 SM). Dia adalah seorang filosof dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Teori Abiogenesis ini menyatakan bahwa makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari benda mati.
Sebenarnya Aristoteles mengetahui bahwa telur-telur ikan apabila menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari Lumpur.
Bagaimana cara terbentuknya makhluk tersebut ? Menurut pengzanut paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja atau secara spontan. Oleh sebab itu, paham atau teori abiogenesis ini disebut juga paham generation spontaneae.
Jadi, kalau pengertian abiogenesis dan generation spontanea kita gabungkan, mak pendapat paham tersebut adalah makhluk hidup yang pertama kali di bumi tersebut dari benda mati / tak hidup yang terkjadinya secara spontan, misalnya :
ikan dan katak berasal dari Lumpur.
Cacing berasal dari tanah, dan
Belatung berasal dari daging yang membusuk.
Paham abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (Ratusan Tahun Sebelum Masehi) hingga pertengahan abad ke-17.
Pada pertengahan abad ke-17, Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka
TEORI BIOGENESIS
Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan paham abiogenesis. Orang –orang yang ragu terhadap kebenaran paham abiogenesis tersebut terus mengadakan penelitian memecahkan masalah tentang asal usul kehidupan. Orang-orang yang tidak puas terhadap pandangan Abiogenesis itu antara lain Francesco Redi (Italia, 1626-1799), dan Lazzaro Spallanzani ( Italia, 1729-1799), dan Louis Pasteur (Prancis, 1822-1895). Beredasarkan hasil penelitian dari tokoh-tokoh ini, akhirnya paham Abiogenesis / generation spontanea menjadi pudar karena paham tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
a) Percobaan Francesco Redi ( 1626-1697)
Untuk menjawab keragu-raguannya terhadap paham abiogenesis, Francesco Redi mengadakan percobaan. Pada percobaannya Redi menggunakan bahan tiga kerat daging dan tiga toples. Percobaan Redi selengkapnya adalah sebagai berikut :
• Stoples I : diisi dengan sekerat daging, ditutup rapat-rapat.
• Stoples II :diisi dengan sekerat daging, dan dibiarkan tetap terbuka.
• Stoples III : disi dengan sekerat daging, dibiarkan tetap terbuka.
Selanjutnya ketiga stoples tersebut diletakkan pada tempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan daging dalam ketiga stoples tersebut diamati.
Danhasilnya sebagai berikut:
• Stoples I : daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik / larva atau belatung lalat.
• Stoples II : daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Francesco redi menyimpulkan bahwa larva atau belatung yang terdapat dalam daging busuk di stoples II dan III bukan terbentuk dari daging yang membusuk, tetapi berasal dari telur lalat yang ditinggal pada daging ini ketika lalat tersebut hinggap disitu. Hal ini akan lebih jelas lagi, apabila melihat keadaan pada stoples II, yang tertutup kain kasa. Pada kain kasa penutupnya ditemukan lebih banyak belatung, tetapi pada dagingnya yang membusuk belatung relative sedikit.
B) percobaan Lazzaro Spallanzani ( 1729-1799)
Seperti halnya Francesco Redi, Spallanzani juga menyangsikan kebenaran paham abiogeensis. Oleh karena itu, dia mengadakan percobaan yang pada prinsipnya sama dengan percobaan Francesco Redi, tetapi langkah percobaan Spallanzani lebih sempurna.

Sebagai bahan percobaannya, Spallanzani menggunakan air kaldu atau air rebusan daging dan dua buah labu. Adapun percoban yang yang dilakukan Spallanzani selengkapnya adalah sebagai berikut :
• Labu I : diisi air 70 cc air kaldu, kemudian dipanaskan 15oC selama beberapa menit dan dibiarkan tetap terbuka.
• Labu II : diisi 70 cc air kaldu, ditutup rapat-rapat dengan sumbat gabus. Pada daerah pertemuan antara gabus dengan mulut labu diolesi paraffin cair agar rapat benar. Selanjutnya, labu dipanaskan.selanjutnay, labu I dan II didinginkan. Setelah dingin keduanya diletakkan pada tempat terbuka yang bebas dari gangguan hewan dan orang. Setelah lebih kurang satu minggu, diadakan pengamatan terhadap keadaan air kaldu pada kedua labu tersebut.
Hasil percobaannya adalah sebagai berikut :
• Labu I : air kaldu mengalami perubahan, yaitu airnya menjadi bertambah keruh dan baunya menjadi tidak enak. Setelah diteliti ternyata air kaldu pada labu I ini banyak mengandung mikroba.
• Labu II : air kaldu labu ini tidak mengalami perubahan, artinya tetap jernih seperti semula, baunya juga tetap serta tidak mengandung mikroba. Tetapi, apabila labu ini dibiarkan terbuka lebih lama lagi, ternyata juga banyak mengandung mikroba, airnya berubah menjadi lebih keruh serta baunya tidak enak (busuk).
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Lazzaro Spallanzani menyimpulkan bahwa mikroba yang ada didalam kaldu tersebut bukan berasal dari air kaldu (benda mati), tetapi berasal dari kehidupan diudara. Jadi, adanya pembusukan karena telah terjadi kontaminasi mikroba darimudara ke dalam air kaldu tersebut.
Pendukung paham Abiogenesis menyatakan keberatan terhadap hasil eksperimen Lazzaro Spallanzani tersebut. M,enurut mereka untuk terbentuknya mikroba (makhluk hidup) dalam air kaldu diperlukan udara. Dengan pengaruh udara tersebut terjadilah generation spontanea.
c) Percobaan Louis Pasteur (1822-1895)
Dalam menjawab keraguannya terhadap paham abiogenesis. Pasteur melaksanakan percobaan untuk menyempurnakan percobaan Lazzaro Spallanzani. Dalam percobaanya, Pasteur menggunakan bahan air kaldu dengan alat labu. Langkah-langkah percobaan Pasteur selengkapnya adalah sebagai berikut :
• Langkah I : labu disi 70 cc air kaldu, kemudian ditutup rapat-rapat dengan gabus. Celah antara gabus dengan mulut labu diolesi dengan paraffin cair. Setelah itu pada gabus tersebut dipasang pipa kaca berbentuk leher angsa. Lalu, labu dipanaskan atau disterilkan.
• Langkah II : selanjutnya labu didinginkan dan diletakkan ditempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan air kaldu diamati. Ternyata air kaldu tersebut tetep jernih dan tidak mengandung mikroorganisme.
• Langkah III : labu yang air kaldu didalamnya tetap jernih dimiringkan sampai air kaldu didalamnya mengalir kepermukaan pipa hingga bersentuhan dengan udara. Setelah itu labu diletakkan kembali pada tempat yang aman selama beberapa hari. Kemudian keadaan air kaldu diamati lagi. Ternyata air kaldu didalam labu meanjadi busuk dan banyak mengandung mikroorganisme.
Melaui pemanasan terhadap perangkat percobaanya, seluruh mikroorganisme yang terdapat dalam air kaldu akan mati. Disamping itu, akibat lain dari pemanasan adalah terbentuknya uap air pada pipa kaca berbentuk leher angsa. Apabila perangkat percobaan tersebut didinginkan, maka air pada pipa akan mengembun dan menutup lubang pipa tepat pada bagian yang berbentuk leher. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya mikroorganisme yang bergentayangan diudara untuk masuk kedalam labu. Inilah yang menyebabkan tetap jernihnya air kaldu pada labu tadi.
Pada saat sebelum pemanasan, udara bebas tetap dapat berhubungan dengan ruangan dalam labu. Mikroorganisme yang masuk bersama udara akan mati pada saat pemanasan air kaldu.
Setelah labu dimiringkan hingga air kaldu sampai kepern\mukan pipa, air kaldu itu akan bersentuhan dengan udara bebas. Disini terjadilah kontaminasi mikroorganisme. Ketika labu dikembalikan keposisi semula (tegak), mikroorganisme tadi ikut terbawa masuk. Sehingga, setelah labu dibiarkan beberapa beberapa waktu air kaldu menjadi akeruh, karena adanya pembusukan oleh mikrooranisme tersebut. Dengan demikian terbuktilah ketidak benaran paham Abiogenesis atau generation spontanea, yangmenyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang terjadi secara spontan.
Berdasarkan hasil percobaan Redi, Spallanzani, dan Pasteur tersebut, maka tumbanglah paham Abiogenesis, dan munculah paham/teori baru tentang asal usul makhluk hidup yang dikenal dengan teori Biogenesis. Teori itu menyatakan :
omne vivum ex ovo = setiap makkhluk hidup berasal dari telur.
Omne ovum ex vivo = setiap telur berasal dari makhluk hidup, dan
Omne vivum ex vivo = setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
Walaupun Louis Pasteur dengan percobaannya telah berhasil menumbangkan paham Abiogenesis atau generation spontanea dan sekaligus mengukuhkan paham Biogenesis, belum berarti bahwa masalah bagaimana terbentuknya makhluk hidup yang pertama kali terjawab.
Disamping teori Abiogenesis dan Biogenesis, masih ada lagi beberapa teori tentang asal usul kehidupan yang dikembangkan pleh beberapa Ilmuwan, diantaranya adalah sebagai berikut :
Teori kreasi khas, yang menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (Ghaib) pada saat yang istimewa.
Teori Kosmozoan, yang menyatakan bahwa kehidupan yang ada di planet ini berasal dari mana saja.
Teori Evolusi Kimia, yang menyatakan bahwa kehidupan didunia ini muncul berdasarkan hukum Fisika Kimia.
Teori Keadaan Mantap, menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal usul.
MITOSIS
Mitosis
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas
Tidak boleh disamakan dengan meiosis , miosis , atau myositis .

Membagi mitosis kromosom dalam inti sel .

Mitosis adalah proses dimana suatu eukariotik sel memisahkan kromosom dalam perusahaan inti sel menjadi dua kelompok yang identik di dua inti. [1] Hal ini umumnya diikuti langsung oleh sitokinesis , yang membagi inti, sitoplasma , organel dan membran sel menjadi dua sel yang mengandung kira-kira sama saham ini komponen selular. Mitosis dan sitokinesis bersama-sama menentukan mitosis (M) fase siklus sel – pada divisi dari sel induk menjadi dua sel anak, genetik identik satu sama lain dan untuk sel induk mereka. Ini menyumbang sekitar 10% dari siklus sel.

Mitosis terjadi secara eksklusif dalam eukariotik sel, tetapi terjadi dengan cara yang berbeda dalam spesies yang berbeda. Misalnya, hewan menjalani “terbuka” mitosis, di mana amplop nuklir rusak sebelum kromosom yang terpisah, sedangkan jamur seperti Aspergillus nidulans dan Saccharomyces cerevisiae ( ragi ) mengalami “tertutup” mitosis, di mana kromosom dibagi dalam suatu utuh inti sel . [2] prokariotik sel, yang tidak inti, bagi dengan proses yang disebut pembelahan biner .

Proses mitosis adalah sangat kompleks dan diatur. Urutan peristiwa ini dibagi menjadi fase, sesuai dengan menyelesaikan satu set kegiatan dan awal berikutnya. Tahap ini adalah profase, prometaphase, metafase, anafase dan telofase. Selama proses mitosis yang pasang kromosom mengembun dan melampirkan serat yang menarik kromatid kakak ke sisi berlawanan dari sel. Sel kemudian dibagi di sitokinesis , untuk menghasilkan dua sel anak yang identik. [3]

Karena sitokinesis biasanya terjadi dalam kaitannya dengan mitosis, “mitosis” sering digunakan bergantian dengan “fase mitosis”. Namun, ada banyak sel mitosis dan sitokinesis mana terjadi secara terpisah, membentuk sel tunggal dengan beberapa inti. Hal ini terjadi terutama antara jamur dan jamur lendir , tetapi ditemukan dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Bahkan pada hewan, sitokinesis dan mitosis dapat terjadi terpisah, misalnya pada tahap tertentu lalat buah perkembangan embrio. [4] Kesalahan dalam mitosis dapat membunuh sel melalui apoptosis atau menyebabkan mutasi yang dapat menyebabkan kanker .
EVOLUSI MANUSIA
Ungkap Evolusi Manusia Melalui Kerangka Manusia Purba Paling Tua

Ardi adalah kerangka manusia paling tua yang pernah ditemukan

Kerangka primata yang paling diperkirakan memiliki usia empat juta tahun lalu dianggap sudah membuat petunjuk baru untuk penyelidikan evolusi manusia. Kerangka manusia purba paling tua yang memiliki jenis kelamin perempuan ini, ditemukan di Ethiopia pada tahun 1994 dan sudah dijadikan sebagai objek penelitian ilmuwan dunia selama bertahun-tahun lamanya. Mereka berusaha membuat bukti kalau simpanse dan manusia berevolusi secara terpisah dari nenek moyangnya.

“Ini tidak sekedar fosil yang biasa. Fosil ini bukanlah kerangka kera, bukan juga kerangka manusia. kelihatannya kerangka ini memperlihakan kalau kerangka ini dahulu adalah nenek moyang kita,” ungkap co-director proyek Tim White dari University of California.

Kerangka manusia purba tertua Ardipithecus Ramidus juga biasa disebut Ardi adalah merupakan spesies primata yang hidup kira-kira 4,4 juta tahun yang lalu di sebuah wilayah yang saat ini bernama Aramis, di Ethiopia. Ardi 100 tahun lebih tua apabila kita bandingkan dengan Lucy, yaitu kerangka primata tua yang lainnya yang ditemukan di Afrika pada tahun 1974.

Kerangka manusia purba paling tua ini mempunyai tinggi 4 kaki atau kira-kira 1,2 meter serta 125 potongan rangka yang telah termasuk tengkorak kepala, gigi, tulang panggul, tangan serta tulang kaki. Ilmuwan mengatakan, data yang diambil dari bagian-bagian tubuh Ardi membuat pengetahuan baru tentang evolusi.

” Kerangka manusia purba paling tua Ardipithecus memperlihatkan kalau kita sebagai manusia sudah mengalami evolusi sampai jadi bentuk seperti sekarang memakan waktu kira-kira 6 juta tahun lamanya,” ungkap ilmuwan lain, C Owen Lovejoy dari Kent State University.

Hasil penganalisaan kerangka manusia purba paling tua ini menjelaskan kalau bobot Ardi diperkirakan kurang lebih 110 pounds atau kira-kira 49 kilogram, mempunyai tangan serta jari-jari yang panjang, dan memiliki gigi yang besar yang dipergunakan guna membantunya meraih dahan pada saat dia berpindah-pindah di antara pepohonan.

Ukuran otak kerangka manusia purba paling tua Ardi ditaksirkan sama dengan ukuran otak yang dimiliki oleh simpanse, tapi spesies ardi ini mempunyai lebih banyak kesamaan dengan manusia, misalnya kemampuan berdiri dengan tegak menggunakan dua kaki. Apa pendapat Anda? Saya sendiri tidak percaya dengan penelitian ini, karena saya sebagai manusia yang beragama percaya bahwa Nabi Adam lah nenek moyang manusia, bagaimana dengan Anda? Percayakah Anda bahwa manusia berevolusi dari Ardi?
YANG TERSEMBUNYI DI BALIK PERCOBAAN MILLER

Penelitian yang paling diterima luas tentang asal usul kehidupan adalah percobaan yang dilakukan peneliti Amerika, Stanley Miller, di tahun 1953. (Percobaan ini juga dikenal sebagai “percobaan Urey-Miller” karena sumbangsih pembimbing Miller di University of Chicago, Harold Urey). Percobaan inilah satu-satunya “bukti” milik para evolusionis yang digunakan untuk membuktikan pendapat tentang “evolusi kimiawi”. Mereka mengemukakannya sebagai tahapan awal proses evolusi yang mereka yakini, yang akhirnya memunculkan kehidupan.

Melalui percobaan, Stanley Miller bertujuan membuktikan bahwa di bumi yang tak berkehidupan miliaran tahun lalu, asam amino, satuan molekul pembentuk protein, dapat terbentuk dengan sendirinya secara alamiah tanpa campur tangan sengaja apa pun di luar kekuatan alam. Dalam percobaannya, Miller menggunakan campuran gas yang ia yakini terdapat pada bumi purba (yang kemudian terbukti tidak tepat). Campuran ini terdiri dari gas amonia, metana, hidrogen, dan uap air. Karena gas-gas ini takkan saling bereaksi dalam lingkungan alamiah, ia menambahkan energi ke dalamnya untuk memicu reaksi antar gas-gas tersebut. Dengan beranggapan energi ini dapat berasal dari petir pada atmosfer purba, ia menggunakan arus listrik untuk tujuan tersebut.

Atmosfer purba yang Miller coba tiru dalam percobaannya tidaklah sesuai dengan kenyataan. Di tahun 1980-an, para ilmuwan sepakat bahwa seharusnya gas nitrogen dan karbon dioksidalah yang digunakan dalam lingkungan buatan itu dan bukan metana serta amonia.

Ilmuwan Amerika, J. P. Ferris dan C. T. Chen mengulangi percobaan Miller dengan menggunakan lingkungan atmosfer yang berisi karbon dioksida, hidrogen, nitrogen, dan uap air; dan mereka tidak mampu mendapatkan bahkan satu saja molekul asam amino. (J. P. Ferris, C. T. Chen, “Photochemistry of Methane, Nitrogen, and Water Mixture As a Model for the Atmosphere of the Primitive Earth,” Journal of American Chemical Society, vol. 97:11, 1975, h. 2964.)

Terdapat sejumlah temuan yang menunjukkan bahwa kadar oksigen di atmosfer kala itu jauh lebih tinggi daripada yang sebelumnya dinyatakan para evolusionis. Berbagai penelitian juga menunjukkan, jumlah radiasi ultraviolet yang kala itu mengenai bumi adalah 10.000 lebih tinggi daripada perkiraan para evolusionis. Radiasi kuat ini dipastikan telah membebaskan oksigen dengan cara menguraikan uap air dan karbon dioksida di atmosfer.

Keadaan ini sama sekali bertentangan dengan percobaan Miller, di mana oksigen sama sekali diabaikan. Jika oksigen digunakan dalam percobaannya, metana akan teruraikan menjadi karbon dioksida dan air, dan amonia akan menjadi nitrogen dan air. Sebaliknya, di lingkungan bebas oksigen, takkan ada pula lapisan ozon; sehingga asam-asam amino akan segera rusak karena terkena sinar ultraviolet yang paling kuat tanpa perlindungan dari lapisan ozon. Dengan kata lain, dengan atau tanpa oksigen di bumi purba, hasilnya adalah lingkungan mematikan yang bersifat merusak bagi asam amino.

Anehnya, mengapa percobaan Miller masih saja dimuat di buku-buku pelajaran dan dianggap sebagai bukti penting asal usul kehidupan secara kimiawi? Ini sekali lagi menunjukkan betapa evolusi bukanlah teori ilmiah, melainkan keyakinan buta yang tetap dipertahankan meskipun bukti menunjukkan hal sebaliknya.

Kalangan masyarakat awam adalah yang umumnya tidak mengetahui kenyataan ini, dan menganggap pernyataan evolusi manusia didukung oleh berbagai bukti kuat. Anggapan yang salah tersebut terjadi karena masalah ini seringkali dibahas di media masa dan disampaikan sebagai fakta yang telah terbukti. Tetapi mereka yang benar-benar ahli di bidang ini mengetahui bahwa kisah “evolusi manusia” tidak memiliki dasar ilmiah.
SPEMATOGENESIS
Spermatogenesis
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas

Spermatogenesis adalah proses dimana laki-laki spermatogonium berkembang menjadi dewasa spermatozoa , juga dikenal sebagai sperma sel. Spermatozoa adalah laki-laki dewasa gamet pada reproduksi seksual organisme banyak. Jadi, spermatogenesis adalah versi laki-laki dari gametogenesis . Dalam mamalia terjadi pada pria testis dan epididimis secara bertahap, dan untuk manusia memakan waktu sekitar 64 hari. [1] Spermatogenesis sangat tergantung pada kondisi yang optimal untuk proses terjadi dengan benar, dan sangat penting untuk reproduksi seksual . Ini dimulai pada pubertas dan biasanya terus terganggu sampai kematian, meskipun sedikit menurun bisa dilihat dalam kuantitas sperma diproduksi dengan meningkatnya usia. Seluruh proses dapat dibagi menjadi beberapa tahap yang berbeda, masing-masing sesuai dengan jenis tertentu dari sel: Tipe sel ploidy / kromosom kromatid Proses
spermatogonium (Iklan jenis, Ap dan B) diploid/46 2N: 2C spermatocytogenesis ( mitosis )
primer spermatosit diploid/46 2N: 4C spermatidogenesis ( meiosis 1)
sekunder spermatosit haploid/23 1N: 2C spermatidogenesis ( meiosis 2)
spermatid haploid/23 1N: 1C spermiogenesis
sperma haploid/23 1N: 1C spermiat

Tujuan

Spermatogenesis menghasilkan gamet laki-laki dewasa, biasanya disebut sperma namun secara khusus dikenal sebagai spermatozoa, yang mampu membuahi counterpart gamet betina, yang oosit , selama konsep untuk menghasilkan bersel individu dikenal sebagai zigot . Ini merupakan hal terpenting dalam reproduksi seksual dan melibatkan dua gamet baik berkontribusi setengah normal set kromosom ( haploid ) untuk menghasilkan kromosomal normal ( diploid ) zigot.

Untuk mempertahankan jumlah kromosom pada keturunannya – yang berbeda antara spesies – gamet masing-masing harus memiliki setengah jumlah kromosom biasa hadir dalam sel-sel tubuh lainnya. Jika tidak, keturunannya akan memiliki dua kali jumlah normal kromosom, dan kelainan serius akan terjadi. Pada manusia, kelainan kromosom yang timbul dari spermatogenesis yang tidak benar dapat menyebabkan Sindrom Down , Sindrom Klinefelter , dan aborsi spontan .
[ sunting ]
Lokasi

Spermatogenesis terjadi dalam beberapa struktur sistem reproduksi laki-laki . Tahap awal terjadi dalam testis dan kemajuan ke epididimis tempat gamet berkembang dewasa dan disimpan sampai ejakulasi . The tubulus seminiferus di testis merupakan titik awal untuk proses, di mana sel-sel induk yang berdekatan dengan dinding tubulus membagi batin dalam arah sentripetal dimulai dari dinding dan melanjutkan ke bagian terdalam, atau lumen-untuk menghasilkan sperma yang belum matang. Pematangan terjadi pada epididimis dan melibatkan akuisisi ekor dan karenanya motilitas.
Tahapan
[ sunting ]
Spermatocytogenesis

Skema Diagram Spermatocytogenesis
Artikel utama: Spermatocytogenesis

Spermatocytogenesis adalah bentuk laki-laki dari gametocytogenesis dan hasil dalam pembentukan spermatosit memiliki setengah komplemen normal bahan genetik. Dalam spermatocytogenesis, diploid spermatogonium yang berada di kompartemen basal tubulus seminiferus, membagi mitotically untuk menghasilkan dua sel antara diploid disebut spermatosit primer . Setiap spermatosit primer kemudian bergerak ke dalam kompartemen adluminal dari tubulus seminiferus dan duplikat DNA-nya dan kemudian mengalami meiosis I untuk menghasilkan dua haploid spermatosit sekunder . Divisi ini berimplikasi sumber variasi genetik, seperti inklusi acak kromosom baik orangtua, dan crossover kromosom , untuk meningkatkan keragaman genetik gamet tersebut.

Setiap pembelahan sel dari spermatogonium untuk spermatid adalah tidak lengkap; sel tetap terhubung satu sama lain oleh jembatan sitoplasma untuk memungkinkan pembangunan sinkron. Juga harus dicatat bahwa tidak semua spermatogonium membelah untuk menghasilkan spermatosit, dinyatakan pasokan akan habis. Sebaliknya, beberapa jenis spermatogonium membelah untuk menghasilkan salinan sendiri, sehingga memastikan pasokan konstan gametogonia untuk bahan bakar spermatogenesis.
Spermatidogenesis
Artikel utama: Spermatidogenesis

Spermatidogenesis adalah penciptaan spermatid dari spermatosit sekunder. spermatosit sekunder yang dihasilkan sebelumnya cepat masukkan meiosis II dan membagi untuk menghasilkan spermatid haploid. Singkatnya tahap ini berarti bahwa spermatosit sekunder jarang terlihat dalam sediaan histologis.

spermiogenesis
Artikel utama: spermiogenesis

Selama spermiogenesis, yang spermatid mulai tumbuh ekor, dan mengembangkan pertengahan menebal-piece, di mana mitokondria berkumpul dan membentuk sebuah axoneme . Spermatid DNA juga mengalami kemasan, menjadi sangat kental. DNA dikemas terlebih dahulu dengan spesifik protein dasar nuklir, yang kemudian diganti dengan protamines selama elongasi spermatid. resultan yang padat kromatin adalah transcriptionally tidak aktif. The aparatus Golgi mengelilingi inti kental sekarang, menjadi akrosom . Salah satu sentriol sel memanjang menjadi ekor sperma.

Pematangan kemudian terjadi di bawah pengaruh testosteron, yang tidak perlu menghapus sisa sitoplasma dan organel . Sitoplasma kelebihan, yang dikenal sebagai sisa tubuh, adalah phagocytosed oleh sekitar sel Sertoli di testis . Spermatozoa yang dihasilkan sekarang matang tetapi motilitas kekurangan, membuat mereka steril. Spermatozoa matang dilepaskan dari pelindung sel Sertoli ke dalam lumen tubulus seminiferus dalam proses yang disebut spermiation.

The-motil spermatozoa non diangkut ke epididimis dalam testis cairan disekresi oleh sel Sertoli dengan bantuan kontraksi peristaltik . Sementara di epididimis keuntungan motilitas spermatozoa dan menjadi mampu pemupukan. Namun, transportasi dari spermatozoa matang melalui sisa sistem reproduksi laki-laki dicapai melalui kontraksi otot daripada spermatozoon baru-baru ini diakuisisi motilitas tersebut.
Peran sel Sertoli

Bertanda diagram organisasi sel Sertoli (merah) dan spermatosit (biru) di testis. Spermatid yang belum mengalami spermination yang melekat pada puncak lumenal sel
Artikel utama: sel Sertoli

Pada semua tahap diferensiasi, sel-sel spermatogenik dalam kontak dekat dengan sel Sertoli yang berpikir untuk memberikan dukungan struktural dan metabolisme sel-sel sperma untuk berkembang. Sel Sertoli tunggal memanjang dari membran basal ke lumen tubulus seminiferus, meskipun proses sitoplasma sulit dibedakan pada tingkat mikroskopik cahaya.

Sel Sertoli melayani sejumlah fungsi selama spermatogenesis, mereka mendukung gamet berkembang dengan cara berikut:
Menjaga lingkungan hidup yang diperlukan bagi perkembangan dan pematangan melalui darah testis-penghalang
Mengeluarkan zat memulai meiosis
Mengeluarkan cairan testis mendukung
Mengeluarkan androgen-binding protein , yang berkonsentrasi testosteron dalam jarak dekat dengan gamet berkembang
Testosteron dibutuhkan dalam jumlah yang sangat tinggi untuk pemeliharaan saluran reproduksi, dan ABP memungkinkan tingkat kesuburan yang jauh lebih tinggi
Mengeluarkan hormon yang mempengaruhi kontrol kelenjar hipofisis spermatogenesis, khususnya hormon polipeptida, inhibin
sitoplasma Phagocytose sisa sisa dari spermiogenesis
Mereka rilis Antimullerian hormon yang mencegah pembentukan Duct mullerian / Oviduk.
Lindungi spermatid dari sistem kekebalan tubuh pria.
[ sunting
Mempengaruhi]
faktor

Proses spermatogenesis sangat sensitif terhadap fluktuasi lingkungan, khususnya hormon dan suhu. Testosteron diperlukan dalam konsentrasi lokal besar untuk mempertahankan proses, yang dicapai melalui pengikatan testosteron oleh protein pengikat androgen hadir dalam tubulus seminiferus. Testosteron diproduksi oleh sel interstisial, juga dikenal sebagai sel Leydig , yang berada berdekatan dengan tubulus seminiferus.

epitel seminiferus sensitif terhadap suhu tinggi pada manusia dan beberapa spesies lain, dan akan terpengaruh oleh suhu setinggi suhu tubuh normal. Akibatnya, testis terletak di luar tubuh dalam kantong kulit yang disebut skrotum . Suhu optimal dijaga pada 2 ° C ( pria ) – 8 ° C ( mouse ) di bawah suhu tubuh. Hal ini dicapai dengan peraturan aliran darah [2] dan posisi terhadap dan jauh dari panas tubuh oleh otot cremasteric dan dartos otot polos dalam skrotum.

kekurangan diet (seperti vitamin B, E dan A), steroid anabolik , logam (kadmium dan timbal), x-ray exposure, dioxin , alkohol, dan penyakit menular juga akan mempengaruhi tingkat spermatogenesis.
kontrol Hormonal]
kontrol hormonal spermatogenesis bervariasi antar spesies. Mekanisme pada manusia tidak sepenuhnya dipahami, tetapi diketahui bahwa inisiasi spermatogenesis terjadi pada pubertas karena interaksi antara hipotalamus , kelenjar hipofisis dan sel Leydig . Jika kelenjar hipofisis dihapus, spermatogenesis masih dapat diprakarsai oleh hormon merangsang folikel dan testosteron .

Follicle stimulating hormon baik merangsang produksi androgen binding protein oleh sel Sertoli, dan pembentukan sawar darah-testis . androgen binding protein penting untuk berkonsentrasi di tingkat testosteron cukup tinggi untuk memulai dan mempertahankan spermatogenesis, yang dapat 20-50 kali lebih tinggi dari konsentrasi yang ditemukan dalam darah. Follicle stimulating hormon dapat memulai eksekusi testosteron di testis, tapi begitu dikembangkan hanya testosteron diperlukan untuk mempertahankan spermatogenesis. Namun, meningkatkan tingkat hormon follicle stimulating akan meningkatkan produksi spermatozoa dengan mencegah apoptosis tipe A spermatogonium. The hormon inhibin bertindak untuk mengurangi tingkat hormon follicle stimulating. Studi dari model hewan menunjukkan bahwa hormon gonadotropin (LH dan FSH baik) mendukung proses spermatogenesis dengan menekan sinyal proapoptotic dan karenanya meningkatkan kelangsungan hidup sel spermatogenik. [3]

Sel-sel Sertoli sendiri menengahi bagian spermatogenesis meskipun produksi hormon. Mereka mampu memproduksi hormon estradiol dan inhibin . Sel-sel Leydig juga mampu menghasilkan estradiol selain testosteron produk utama mereka.

s

Oleh: isheti | Juni 9, 2010

spesiasi

SPESIASI
Spesiasi merupakan sebuah proses evolusi munculnya spesies baru. Terdapat empat jenis spesiasi alami, tergantung pada sejauh mana populasi yang berspesiasi terisolasi secara geografis dari satu populasi ke yang lainnya. Empat jenis spesiasi alami tersebut adalah: spesiasi alopatrik, spesiasi peripatrik, spesiasi parapatrik, dan spesiasi simpatrik. Spesiasi juga dapat dilakukan secara buatan, melalui domestikasi ataupun eksperimen laboratorium.

Oleh: isheti | Juni 9, 2010

Biografi Carles Darwin

Dan walaupun begitu, dia toh masih bisa memikat perhatian salah satu mahagurunya yang mendorongnya supaya ikut dalam pelayaran penyelidikan di atas kapal H.M.S. Beagle sebagai seorang naturalis. Mula-mula ayahnya keberatan dengan penunjukan ini. Pikirnya, perjalanan macam itu hanyalah dalih saja buat Darwin yang enggan dengan pekerjaan serius. Untungnya, belakangan sang ayah bisa dibujuk dan merestui perjalanan itu yang akhirnya ternyata merupakan perjalanan yang paling berharga dalam sejarah ilmu pengetahuan Eropa.
Darwin mulai berangkat berlayar di atas kapal Beagle tahun 1831. Waktu itu umurnya baru dua puluh dua tahun. Dalam masa pelayaran lima tahun, kapal Beagle mengarungi dunia, menyelusuri pantai Amerika Selatan dalam kecepatan yang mengasyikkan, menyelidiki kepulauan Galapagos yang sunyi terpencil, mengambah pulau-pulau di Pacifik, di Samudera Indonesia dan di selatan Samudera Atlantik. Dalam perkelanaan itu, Darwin menyaksikan banyak keajaiban-keajaiban alam, mengunjungi suku-suku primitif, menemukan jumlah besar fosil-fosil, meneliti pelbagai macam tetumbuhan dan jenis binatang. Lebih jauh dari itu, dia membuat banyak catatan tentang apa saja yang lewat di depan matanya. Catatan-catatan ini merupakan bahan dasar bagi hampir seluruh karyanya di kemudian hari. Dari catatan-catatan inilah berasal ide-ide pokoknya, dan kejadian-kejadian serta pengalamannya jadi penunjang teori-teorinya.
1. Perjalanan dengan Beagle
Survai Beagle berlangsung lima tahun. Darwin menghabiskan dua pertiga dari waktunya ini untuk menjelajani daratan. Ia menyelidiki beraneka ragam penampilan geologis, fosil dan organisme hidup, dan menjumpai beraneka ragam manusia, baik masyarakat pribumi maupun kolonial. Secara metodik ia mengumpulkan sejumlah besar spesimen, banyak di antaranya baru bagi ilmu pengetahuan. Hal ini mengukuhkan reputasinya sebagai seorang naturalis dan menjadikannya salah seorang perintis dalam bidang ekologi, khususnya pemahaman tentang biokoenosis. Catatan-catatan terincinya yang panjang lebar memperlihatkan karunianya untuk membangun teori dan membentuk dasar bagi pekerjaannya di kemudian hari, serta memberikan pemahaman antropologis sosial, politik yang mendalam tentang daerah-daerah yang dikunjunginya.
Dalam pelayaran itu, Darwin membaca buku Charles Lyell, Principles of Geology (Prinsip-prinsip Geologi), yang menjelaskan penampilan geologis sebagai akibat dari proses bertahap selama berbagai periode yang panjang, dan menulis surat kepada keluarganya bahwa ia menyaksikan bentuk-bentuk tanah “seolah-olah ia mempunyai mata Lyell”: ia melihat dataran-dataran dari lapisan tipis (shingle) yang terjal dan kerang-kerang di Patagonia sebagai pantai-pantai yang menaik. Di Chile ia mengalami gempa bumi dan mencatat dasar-dasar laut dengan kerang yang terdampar di atas pasang yang tinggi yang memperlihatkan bahwa tanah itu telah menaik; dan bahkan pada tempat-tempat yang tinggi di Andes, ia dapat mengumpulkan kerang-kerang laut. Ia membuat teori bahwa atol-atol karang membentuk pada gunung-gunung vulkanik yang tenggelam, sebuah gagasan yang ia lihat dikukuhkan ketika Beagle menyelidiki Kepulauan Cocos (Keeling).
Di Amerika Selatan ia menemukan fosil-fosil mamalia raksasa yang telah punah, teermasuk megatheria dan gliptodon dalam lapisan-lapisan yang tidak memperlihatkan tanda-tanda katastrofi ataupun perubahan iklim. Sesekali ia mengangggap mereka serupa dengan spesies-spesies di Afrika, tetapi setelah pelayaran Richard Owen memperlihatkan bahwa sisa-sisa itu berasal dari binatang-binatang yang terkait dengan makhluk-makhluk hidup di tempat yang sama. Di Argentina dua spesies dari rhea mempunyai wilayah-wilayah yang terpisah namun bertumpang tindih. Di Kepulauan Galápagos Darwin menemukan bahwa mockingbird berbeda dari satu pulau ke pulau lainnya, dan ketika kembali ke Britania kepadnya diperlihatkan bahwa kura-kura Galápagos tortoise dan burung-burung finch juga berbeda-beda spesiesnya tergantung pada masing-masing pulau yang mereka huni. Binatang berkantung Australia kanguru tikus dan platipus adalah binatang-binatang yang sangat aneh sehingga ia berpikir “Orang yang tidak percaya … mungkin akan berkata ‘Pastilah dua Pencipta yang berbeda telah bekerja’.” Ia dibingungkan oleh apa yang dilihatnya, dan ssementara dalam edisi pertama dari The Voyage of the Beagle (Pelayaran di Beagle) ia menjelaskan distribusi spesies berdasarkan gagasan Charles Lyell tentang “pusat-pusat ciptaan”, dalam edisi-edisi yang belakangan dari Journal ini, ia mulai membayangkan penggunaan fauna Kepulauan Galápagos sebagai bukti untuk evolusi: “orang mungkin benar-benar menduga bahwa dari sejumlah kecil burung yang asli di kepulauan ini, satu spesies telah diambil dan dimodifikasi untuk tujuan-tujuan yang berbeda.”
Tiga orang misionaris pribumi dikembalikan oleh Beagle ke Tierra del Fuego. Mereka telah diberadabkan di Inggris selama dua tahun, namun sanak keluarga mereka di mata Darwin tampak “liar”, sedikit di atas binatang. Dalam waktu setahun, para misionaris itu telah kembali ke kehidupan mereka yang keras dan primitif, namun mereka lebih menyukainya dan tidak ingin kembali ke dunia yang beradab. Pengalaman ini dan penolakan Darwin terhadap perbudakan dan berbagai perlakuan yang tidak manusiawi lainnya yang dilihatnya di tempat-tempat lain, seperti misalnya perlakuan buruk terhadap kaum pribumi oleh para kolonis Inggris di Tasmania meyakinkannya bahwa tidak ada pembenaran moral apapun untuk memperlakukan orang lain dengan buruk berdasarkan konsep ras. Kini ia berpendapat bahwa umat manusia tidaklah terlalu jauh dari binatang, berbeda dengan apa yang diyakini oleh teman-temannya kaum agamawan.
Sejak usia 12 hingga 17 tahun, Newton mengenyam pendidikan di sekolah The Kings School yang terletak di Grantham (tanda tangannya masih terdapat di perpustakaan sekolah). Keluarganya mengeluarkan Newton dari sekolah dengan alasan agar dia menjadi petani saja, bagaimanapun Newton terlihat tidak menyukai pekerjaan barunya. Tapi pada akhirnya setelah meyakinkan keluarga dan ibunya dengan bantuan paman dan gurunya, Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan nilai yang memuaskan.
Sementara di kapal, Darwin mengalami mabuk laut. Pada Oktober 1833 ia mendapat demam di Argentina, dan pada Juli 1834, ketika kembali dari pegunungan Andes ke Valparaíso, ia jatuh sakit dan terpaksa tinggal di tempat tidur selama sebulan. Sejak 1837 Darwin berulang-ulang menderita sakit perut, muntah-muntah, bisul yang parah, jantung berdebar-debar, gemetaran dan berbagai gejala lainnya. Semua gejala ini khususnya mempengaruhinya pada saat-saat ia merasa tertekan, seperti misalnya ketika menghadiri pertemuan-pertemuan atau berhadapan dengan pertikaian mengenai teorinya. Penyebab penyakit Darwin tidak diketahui pada masa hidupnya, dan berbagai upaya untuk merawatnya tidak banyak berhasil. Spekulasi baru-baru ini menyebutkan bahwa di Amerika Selatan ia terkena penyakit Chagas karena gigitan serangga, yang menyebabkan berbagai masalah belakangan. Penyebab lainnya yang mungkin antara lain adalah masalah-masalah psiko-biologis dan penyakit Ménière.
2. Karier dalam ilmu pengetahuan, pembentukan teori
Ketika masih dalam pelayaran, Henslow dengan hati-hati memperkuat reputasi bekas muridnya dengan memberikan kepada sejumlah naturalis terpilh akses kepada contoh-contoh fosil dan salinan-salinan tercetak tulisan-tulisan geologis Darwin. Ketika Beagle kembali pada 2 Oktober 1836, Darwin telah menjadi terkenal di kalangan ilmiah. Ia mengunjungi keluarganya di Shrewsbury dan ayahnya mengembangkan tabungan agar Darwin dapat menjadi seorang ilmuwan yang didukung dengan dananya sendiri. Kemudian Darwin pergi ke Cambridge dan membujuk Henslow agar mengerjakan deskripsi botanis tentang tanaman-tanaman modern yang telah dikumpulkannya. Setelah itu Darwin berkeliling ke lembaga-lembaga di London untuk mencari naturalis terbaik yang ada untuk menggambarkan koleksi-koleksinya yang lain untuk penerbitan pada waktu yang tepat. Charles Lyell yang sangat bersemangat menemui Darwin pada 29 Oktober dan memperkenalkannya kepada Richard Owen seorang ahli anatomi yang sedang naik daun. Setelah mengerjakan koleksi tulang-tulang fosil Darwin pada Perhimpunan Ahli Bedah Kerajaan-nya, Owen menimbulkan kejutan besar dengan mengungkapkan bahwa sebagian daripadanya berasal dari tikus-tikus dan sejenis binatang merayap raksasa yang telah musnah. Hal ini meningkatkan reputasi Darwin. Dengan dukungan Lyell yang antusias, Darwin menyampaikan makalahnya yang pertama kepada Perhimpunan Geologis London pada 4 Januari 1837, dan mengatakan bahwa tanah Amerika Selatan pelan-pelan sedang menaik. Pada hari yang sama Darwin menyajikan contoh-contoh mamalia dan burungnya kepada Perhimpunan Zoologis London. Binatang-binatang mamalia itu diambil oleh George R. Waterhouse. Meskipun burung-burung itu kelihatannya seperti pemikiran yang baru muncul belakangan, John Gould, seorang ahli burung mengungkapkan bahwa apa yang disangka Darwin sebagai “wren”, burung-burung hitam, dan finch yang agak berbeda-beda dari Galápagos semuanya adalah finch, tetapi masing-masing merupakan spesies yang berbeda. Yang lainnya di Beagle termasuk FitzRoy juga telah mengumpulkan burung-burung ini dan lebih cermat dengan catatan-catatan mereka, hingga memungkinkan Darwin menemukan dari pulau mana masing-masing spesies itu berasal.
Di London Charles tinggal dengan saudaranya, Erasmus, seorang pemikir bebas. Pada pesta-pesta jamuan makan ia berjumpa dengan sejumlah savant yang berpendapat bahwa Tuhan telah menetapkan kehidupan sebelumnya dengan hukum-hukum alam, ketimbang dengan ciptaan-ciptaan yang ajaib untuk sementara. Sahabat saudaranya, Nn. Harriet Martineau adalah seorang penulis yang cerita-ceritanya mempromosikan pembaruan-pembaruan Hukum orang miskin Whig Malthusian. Kalangan ilmiah heboh dengan gagasan-gagasan tentang transmutasi spesies yang secara kontroversial dikaitkan dengan kehebohan Radikal. Darwin lebih suka akan teman-temannya yang terhormat, para profesor Cambridge, meskipun gagasan-gagasannya melampaui keyakinan mereka bahwa sejarah alam harus membenarkan agama dan tatanan sosial.
Pada 17 Februari 1837, Lyell menggunakan pidato kepresidenannya di Perhimpunan Geografis untuk menyajikan temuan-temuan Owen untuk menentukan tanggal fosil-fosil Darwin, dan menunjukkan inferensi bahwa spesies-spesies dari binatang-binatang yang telah pu nah itu terkait dengan spesies-spesies dari yang ada sekarang di tempat yang sama. Pada pertemuan yang sama Darwin terpilih menjadi anggota Dewan Perhimpunan itu. Ia sudah diundang oleh FitzRoy untuk menyumbangkan tulisan dalam Journal berdasarkan catatan-catatan lapangannya sebagai bagian sejarah alam tentang laporan kapten dari pelayaran Beagle. Kini ia tenggelam dalam penulisan buku mengenai geologi Amerika Selatan. Pada saat yang sama ia berspekulasi tentang transmutasi dalam Buku Catatan Merah-nya yang telha dimulainya di atas Beagle. Sebuah proyek lain yang dimulainya mendapatkan laporan-laporan para ahli tentang koleksinya yang diterbitkan sebagai rangkaian terbitan Zoology of the Voyage of H.M.S. Beagle (Zoologi dari Pelayaran H.M.S. Beagle), dan Henslow menggunakan kontak-kontaknya untuk mengatur pemberian sebesar £1,000 dari Perbendaharaan untuk mensponsorinya. Darwin menyelesaikan penulisan Journal-nya sekitar 20 Juni ketika Raja William IV meninggal dunia dan zaman Victoria dimulai. Pada pertengahan Juli ia memulai buku catatan “B”-nya yang rahasia tentang transmutasi, dan mengembangkan hipotesis bahwa di mana setiap pulau dari Kepulauan Galápagos mempunyai jenis kura-kuranya sendiri, semuanya itu berasal dari satu spesies kura-kura dan telah menyesuaikan diri dengan pulau-pulau yang berlainan dalam cara yang berbeda-beda.
Layak dicatat, teori Darwin dirumuskan tanpa sandaran teori genetik apa pun atau bahkan dia tak tahu-menahu mengenai pengetahuan itu. Di masa Darwin, tak seorang pun faham ihwal khusus bagaimana suatu generasi berikutnya. Meskipun Gregor Mendel sedang merampungkan hukum-hukum keturunan pada tahun-tahun berbarengan dengan saat Darwin menulis dan menerbitkan bukunya yang membikin sejarah, hasil karya Mendel yang menunjang teori Darwin begitu sempurnanya, Mendel nyaris sepenuhnya tak diacuhkan orang sampai tahun 1900, saat teori Darwin sudah begitu mapan dan mantap. Jadi, pengertian modern kita perihal evolusi –yang merupakan gabungan antara ilmu genetik keturunan dengan hukum seleksi alamiah– lebih lengkap ketimbang teori yang disodorkan Darwin.
Pengaruh Darwin terhadap pemikiran manusia dalam sekah. Dalam kaitan dengan ilmu pengetahuan murni, tentu saja, dia sudah melakukan tindak revolusioner semua aspek bidang biologi. Seleksi alamiah betul-betul punya prinsip yang teramat luas serta mendasar, dan pelbagai percobaan sudah dilakukan penerapannya di pelbagai bidang-seperti antropologi, sosiologi, ilmu politik dan ekonomi.
Bahkan barangkali pengaruh Darwin lebih penting terhadap pemikiran agama ketimbang terhadap segi ilmu pengetahuan atau sosiologi. Pada masa Darwin dan bertahun-tahun sesudahnya, banyak penganut setia Nasrani percaya bahwa menerima teori Darwin berarti menurunkan derajat kepercayaan terhadap agama. Kekhawatiran mereka ini barangkali ada dasarnya biarpun jelas banyak sebab faktor lain yang jadi lantaran lunturnya kepercayaan beragama. (Darwin sendiri menjadi seorang sekuler).
Bahkan atas dasar sekuler, teori Darwin mengakibatkan perubahan besar pada cara manusia dalam hal mereka memikirkan ihwal dunia mereka (bangsa manusia itu tampaknya) secara keseluruhan tidak lagi menduduki posisi sentral dalam skema alamiah alam makhluk sebagaimana tadinya mereka akukan. Kini kita harus memandang diri kita sebagai salah satu bagian saja dari sekian banyak makhluk dan kita mengakui adanya kemungkinan bahwa sekali tempo akan tergeser. Akibat dari hasil penyelidikan Darwin, pandangan Heraclitus yang berkata, “Tak ada yang permanen kecuali perubahan” menjadi diterima secara lebih luas. Sukses teori evolusi sebagai penjelasan umum mengenai asal-usul manusia telah lebih mengokohkan kepercayaan terhadap kemampuan ilmu pengetahuan menjawab segala pertanyaan dunia fisik (walaupun tidak semua persoalan manusia dan kemanusiaan). Istilah Darwin, “Yang kuat mengalahkan yang lemah” dan “Pergulatan untuk hidup” telah masuk menjadi bagian kamus kita.
Memang teori Darwin akan terjelaskan juga walau misalnya Darwin tak pernah hidup di dunia. Apalagi diukur dari apa yang sudah dihasilkan Wallace, hal ini amat mengandung kebenaran, lebih dari ihwal siapa pun yang tertera di dalam daftar buku ini. Namun, adalah tulisan-tulisan Darwin yang telah merevolusionerkan biologi dan antropolgi dan dialah yang telah mengubah pandangan kita tentang kedudukan manusia di dunia.

Oleh: isheti | Juni 5, 2010

Lumut (Bryophyta)

Lumut merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.).
Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), olehkaren aitu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).
Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof.
Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifil maka hutan demikian disebut hutan lumut.
Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem).
Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu:
a. Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermtozoid
b. alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum

Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoesius). Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius).
Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan Gerak Kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkna oleh sel telur.
Sporogonium adalah badan penghasil spora, dengan bagian bagian :
- Vaginula (kaki)
- Seta (tangkai)
- Apofisis (ujung seta yang melebar)
- Kotak Spora : Kaliptra (tudung) dan Kolumela (jaringan dalam kotak
spora yang tidak ikut membentuk spora). Spora lumut bersifat haploid.
CONTOH-CONTOH SPESIES LUMUT
Kelas HEPATICAE (lumut hati) :
Marchantia polymorpha >> bentuknya pipih seperti pita, dahulu digunakan untuk pengobatan hepatitis.
Kelas MUSCI (lumut daun) :
- Sphagnum fimbriatum
- Sphagnum acutilfolium
- Sphagnum squarrosum
- Sphagnum ruppinense
Semuanya dinamakan lumut gambut dan sering disterilkan dan digunakan orang sebagai pengganti kapas.
Daur Hidup Lumut

SKEMA METAGENESIS LUMUT

Contoh Tumb. Lumut

Oleh: isheti | Juni 5, 2010

Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)

- Karakteristik Tumbuhan Berbiji Tertutup
Angiospermae disebut tumbuhan berbiji tertutup karena bijinya dilindungi oleh daun buah. Angiospermae mempunyai pigmen fotosintesis berupa klorofil dan pati sebagai cadangan makanannya. Pada tumbuhan ini juga dijumpai xilem dan floem.
Pada Angiospermae terjadi pergiliran keturunan antara generasi sporofit dan gametofit. Generasi sporofit bersifat dominan, ukurannya lebih besar dan masa hidupnya lebih lama. Generasi gametofit tereduksi, ukurannya kecil, masa hidupnya lebih singkat dan bergantung pada generasi sporofit. Gametofit jantan yang belum dewasa berupa serbuk sari yang berkembang di dalam kepala sari. Gametofit betina terdiri atas embrio yang terdiri atas beberapa sel.
Angiospermae memiliki bungan yang berperan dalam adaptasi reproduksi. Pada bunga terdapat daun kelopak, daun mahkota, benang sari dan putik. Daun kelopak berfungsi untuk melindungi bunga, daun mahkota berfungsi sebagai penarik serangga penyerbuk, benang sari menghasilkan mikrospora yang berkembang menjadi serbuk sari dan selanjutnya akan menghasilkan sperma. Di dalam putik terdapat bakal biji yang mengandung megaspora. Pada sebagian besar Angiospermae megaspora membelah secara mitosis tiga kali untuk membentuk delapan nukleus haploid dalam tujuh sel, salah satu di antaranya adalah sel telur.
Penyerbukan pada angiospermae terjadi bila serbuk sari sampai ke kepala putik. Proses ini dapat terjadi dengan bantuan angin, hewan penyerbuk atau manusia. Ciri yang khas pada kelompok tumbuhan ini adalah proses pembuahan ganda. Pertama antara sel telur dan sperma, hasil fusi keduanya akan menghasilkan zigot. Kedua, antara sperma dan sel induk endospermae, hasil fusi keduanya menghasilkan endosperma. Untuk pertumbuhannya, embrio memerlukan zat makanan. Zat ini diperoleh dari endosperma atau dari kotiledon.
Setelah terjadi proses pembuahan yang menghasilkan zigot dan endosperma di dalam bakal biji, maka bakal biji tersebut akan berkembang menjadi biji, sedangkan bakal buah yang mengandung biji akan berkembang menjadi buah.


 Klasifikasi dan Keanekaragaman Angiospermae
Tumbuhan Angiospermae dikelompokkan ke dalam satu divisi, yaitu Anthophyta dan di bagi menjadi dua kelas yaitu Dikotil dan monokotil.
a. Kelas Monokotil
Ciri : mempunyai satu kotiledon, akarnya serabut, batang biasanya tidak bercabang dan tidak membesar karena tidak mempunyai kambium, berkas pembuluh pada batang tersebar atau tidak teratur. Daunnya memiliki pertulangan sejajar atau melengkung. Bagian-bagian bunga kelipatan tiga.
Tumbuhan yang termasuk ke dalam golongan ini banyak berperan dalam kehidupan manusia. Makanan pokok seperti beras/padi, jagung dan sagu termasuk anggota tumbuhan monokotil. Buah-buahan seperti salak, siwalan, dan pinang termasuk anggota kelompok ini. Tanaman hias contohnya anggrek gladiol, lili, dan bunga bakung. Contoh lainnya adlaah genjer (limnocharis flava), talas ( Colocasia esculenta), dan anggrek kasut lurik (Paphiopedilum tonsum).
b. Kelas Dikotil
Ciri: mempunyai dua kotiledon atau daun biji didalam embrio, akarnya tunggang, batang mempunyai kambium, pada tumbuhan berkayu dapat terlihat adanya aktivitas kambium melalu pembesaran diameter batang. Berkas pembuluh pada batang tersusun dalam lingkaran mengelilingi empulur ditengahnya. Daunnya memiliki pertulangan daun menjala, menyirip atau menjari. Bagian bunga umumnya kelipatan 4 atau 5.
Tumbuhan dikotil mempunyai manfaat dalam kehidupan manusia, yaitu:
1. Sebagai makanan, seperti mangga, jambu, kacang-kacangan dan sayuran
2. Sebagai bahan pakaian misalnya kapas
3. Untuk obat-obatan seperti kumis kucing, mahkota dewa dan sebagainya
4. Tanaman hias contohnya teratai (Nelumbo nucifera), krisan (Chrysanthemum rubellum), dan kaktus (Opuntia compressa)

Morfologi Bunga Angios Permae

Bagian-bagian bunga sempurna. 1. Bunga sempurna, 2. Kepala putik (stigma), 3. Tangkai putik (stilus), 4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari), 5. Sumbu bunga (axis), 6. artikulasi, 7. Tangkai bunga (pedicel), 8.Kelenjar nektar, 9. Benang sari

Oleh: isheti | Juni 5, 2010

Filum Jamur Lendir (Mycomycota)

Ciri-ciri jamur lendir adalah sebagai berikut:
a. bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding;
b. berinti banyak, bersel satu atau bersel banyak;
c. struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba, berbentuk seperti lendir (plasmodium), tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi;
d. berkembang biak secara aseksual dan seksual. Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. Pada tingkat dewasa, Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi. Setelah matang, kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat
dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot; e. biasa hidup di hutan-hutan basah, tanah lembap, batang kayu yang membusuk, kayu lapuk, atau sampah basah.
Jamur lendir (Mycomycota) dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Acrasiomycota dan Myxomycota.
a. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat)
Acrasiomycota dinamakan juga jamur lendir bersekat. Pada saat Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium. Saat makanan berkurang zat kimia yang dikeluarkan oleh Amoeba akan bergabung membentuk Plasmodium. Plasmodium akan bergerak ke arah cahaya. Pada saat ada makanan, Plasmodium akan berhenti bergerak dan membentuk tubuhnya yang mengandung spora reproduksi. Pada saat kondisi menguntungkan, spora yang tertinggal akan membentuk Amoeba baru dan siklus akan berulang.


b. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat)
Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat. Jamur ini berinti banyak, setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat, bersifat uniseluler ataupun multiseluler, dan dapat bergerak bebas. Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk, tanah lembap, sampah basah, kayu lapuk, dan di hutan basah. Jamur lendir dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. Fase vegetatif Plasmodium bergerak amoeboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. Makanan dicerna dalam vakuola makanan. Sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium
bergerak. Jika telah dewasa, Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid, kemudian sel gamet ini melakukan singami. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukuran nya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa.
Pada Myxomycota, massa berinti banyak yang disebut Plasmodium (jangan dikacaukan dengan plasmodium penyebab malaria), bergerak berpindah tempat di tanah atau sepanjang dasar hutan, di daun, kayu busuk untuk memakan bakteri. Plasmodium mempunyai banyak inti, tetapi tidak dapat dibagi menjadi beberapa sel-sel terpisah. Myxomycota yang sedang bergerak dapat seukuran buah anggur. Saat Plasmodium
membesar, intinya membelah. Sebaliknya, pada Acrasiomycota, sel-sel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmodium atau massa multiseluler.



Oleh: isheti | Juni 5, 2010

Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka)


Karakteristik Tumbuhan Berbiji Terbuka
Nama Gymnospermae berasal dari bahasa yunani yaitu gymnos yang berarti telanjang dan sperma yang berarti benih atau biji. Gymnospermae dapat juga disebut sebagai tumbuhan biji terbuka sebab bijinya tidak dilindungi daun buah.
Golongan tumbuhan ini memiliki pergiliran keturunan antara generasi Gametofit dan Sporofit. Generasi gametofitnya tereduksi, ukurannya kecil dan tidak bisa hidup dan tidak bisa hidup bebas. Tumbuhan biji terbuka yang kita lihat sehari-hari merupakan generasi sporofit, generasi ini hidup bebas, dominant dan mempunyai masa hidup yang lama. Generasi tersebut akan menghasilkan spora. Pada gymnospermae terdapat dua macam spora yaitu mikrospora yang akan menghasilkan sperma dan megaspore yang akan menghasilkan sel telur.
Pada tumbuhan ini terjadi pembuahan tunggal antara spema dan sel telur, kecuali pada Ephedra. Setelah proses pembuahan akan terbentuk zigot yang selanjutnya berkembang menjadi embrio didalam biji. Untuk pertumbuhannya embrio memerlukan zat makanan. Zat ini diperoleh dari gametofit betina yang fungsinya mirip dengan endosperma pada angiospermae.
Biji Gymnospermae terdapat pada struktur yang disebut strobilus. Bentuk strobilus ada yang bermacam-macam, ada yang seperti tongkol jagung, ada juga yang bulat atau ellips. Pada beberapa spesies, strobilus jantan dan betina terdapat dalam satu pohon, contohnya Pinus. Pada spesies lainnya strobilus jantan dan betina dapat terdapat pada pohon yang berbeda, contohnya adalah Podocarpus.
Tumbuhan berbiji terbuka telah banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa jenis dimanfaatkan sebagai tanaman hias, misalnya anggota Cycas dan Pinus. Jenis lainnya dapat digunakan untuk makanan, misalnya Gnetum gnemon (melinjo). Ginkgo biloba dapat digunakan untuk obat-obatan. Getah Agathis (damar) banyak digunakan untuk keperluan industri.

Klasifikasi Gymnospermaev
(a) Divisi Cycadophyta
Ciri Cycad mempunyai strobilus yang membawa butir serbuk sari atau bakal biji, Habitusnya seperti palm, batang tidak bercabang, strobilus uniseksual, berumah dua, daun majemuk membentuk roset di ujung batang, sel sperma mempunyai flagel dan motil. Contoh : Cycas rumphii, Dion edule dan Zamia floridana.
(b) Divisi Ginkgophyta
Ciri : Habitusnya seperti pohon, batang bercabang-cabang, daun tunggal seperti kipas dengan pertulangan dikotom, strobilus uniseksual, berumah dua, sel spermanya mempunyai flagella yang motil. Contoh : Ginkgo biloba.
(c) Divisi Coniferophyta
Ciri : Habitusnya seperti semak atau pohon, batang bercabang, daun tunggal agak sempit kadang-kadang tereduksi menjadi seperti sisik atau bentuk jarum, strobilus uniseksual atau berumah dua, sperma tidak berfalgella, nonmotil. Contoh : Pinus merkusii (pinus), Agathis dammara (damar).

(d) Divisi Gnetophyta
Ciri : habitusnya berupa semak atau pohon, batang bercabang, daun tunggal lebar atau daun kecil-kecil, strobilus uniseksual, berumah satu atau dua, memiliki sel sperma yang tidak berflagella, nonmotil, adanya pembuluh kayu dalam kayu sekundernya serta adanya strobilus jantan majemuk. Contoh : Gnetum gnemon, Ephedra dan Welwischia.

Oleh: isheti | Mei 21, 2010

PTERIDOPHYTA (PAKU-PAKUAN)

Divisio Pteridophyta dibagi atas empat klas, yakni Psilopsida, Lycopsida, Sphenopsida dan Pteropsida.
a. Klas Psilopsida
Klas Psilopsida atau Psilophytinae disebut paku purba dan kebanyakan telah punah. Ciri-ciri yang nampak sebagai berikut :
- tidak punya akar atau daun
- punya batang di bawah tanah (rizoma / rimpang)

- punya batang di atas tanah (tegakan / shoot) yang mengandung xylem dan phloem, serta menghasilkan sporangium
- fotosintesis berlangsung pada batang tegak
- tiap butir homospora (isospora) yang jatuh berkembang menjadi dua gametofit kecil yang membentuk antheridia (gamet jantan) dan archegomia (gamet betina); fertilisasi dilakukan oleh sperma / antheridia yang berenang-renang menuju ke sel telur / archegonia, karena tumbuhan ini hidup pada habitat basah.

b. Klas Lycopsida
Klas Lycopsida atau Lycopodiinae disebut juga lumut gada atau pinus tanah atau paku kawat / paku rambat, karena sangat pendek (dekat permukaan tanah)
contoh :
Famili : Psilophyta
Genus : Psilotum
Spesies : Psilotum nudum (paku telanjang)
Genus : Tmesipteris
Spesies : Tmesipteris sp.

Ciri khas klas ini sebagai berikut :
- berdaun sederhana dan kecil-kecil (mirip lumut) dan membentuk spora dengan struktur “spora gada” atau strobilus
- jika lumut tak berpembuluh (tanpa xylem dan phloem), maka lumut gada berpembuluh (punya xylem dan phloem) dalam akar dan batang, serta jaringan pembuluh ini mencapai hingga ke tulang daun yang tunggal, tanpa cabang
- klas ini umumnya menghasilkan heterospora (2 macam spora yang berbeda), yakni mikrospora (spora jantan) dan makrospora atau megaspora (spora betina); mikrospora lalu tumbuh menjadi gametofit jantan dan megaspora menjadi gametofit betina; fertlisasi terjadi di dalam jaringan “basah” dari sporofit induk (tumbuhan itu sendiri)
- contoh :
Famili : Lycopodiaceae
Genus : Lycopodium (paku kawat)
Spesies : L. obscurum, L. clavatum

Famili : Selaginellaceae
Genus : Selaginella
Spesies : S. wildenovii (paku rane)

Famili : Isoetaceae
Genus : Isoetes
Spesies : Isoetes sp.

c. Klas Sphenopsida (Equisetinae)
Klas Sphenopsida atau Equisetinae disebut juga paku ekor kuda (scuring rushes), dengan ciri-ciri sebagai berikut :
- sering tumbuh di tempat berpasir, menghasilkan heterospora
-batangnya banyak mengandung silica
- mempunyai batang di atas tanah (tegakan / shoot) dan batang di bawah tanah (rimpang / rhizome)
- contoh :
Famili : Equisetaceae
Genus : Equisetum arvense, E. palustre.

d. Klas Pteropsida (Filicinae)
Klas Pteropsida atau Filicinae disebut juga paku sejati. Klas ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- bersifat homospora / isospora (hanya menghasilkan satu macam spora), terletak pada sorrus di bawah daun
- spora yang jatuh berkembang menjadi prothalus yang mengandung organ kelamin jantan atau betina, sehingga dalam fertilisasinya perlu air (lingkungan yang basah), agar sperma bersilia dapat berenang menuju sel telur, karena itu tumbuhan paku banyak hidup di habitat basah
- penyebaran spora ke tempat-tempat baru dengan bantuan angin
- punya batang di bawah tanah (rhizome) yang berakar dan batang di atas tanah (tegakan / shoot).

Subklas Eusporangiatae
1. Ordo : Ophioglossales (paku ular)
Famili : Ophioglossaceae
Genus : Ophioglossum
Spesies : O. reticulatum (di Indonesia), O. vulgatum (di Eropa)

Genus : Botrychium
Spesies : B. daucifolium dan B. ternatum (di Indonesia), B. lunaria (di Eropa)

Genus : Helminthostachys
Spesies : H. zeylanica

2. Ordo Marattiales
Famili : Maratiaceae
Genus : Christensenia
Spesies : C. aesculifolia

Genus : Angiopteris
Spesies : A. efecta

Genus : Marattia
Spesies : M. fraxinea

Subklas : Leptosporangiatae (Filices)
1. Ordo Filicales
Famili : Osmundaceae
Genus : Osmunda
Spesies : O. javanica

Famili : Cyatheaceae
Genus : Cyathea

Famili : Schizaeaceae
Genus : Schizaea
Spesies : S. digitata, S. dichotoma
Genus : Lygonium
Spesies : L. circinnatum

Famili : Gleicheniaceae
Genus : Gleichenia (paku andam / paku resam)
Spesies : G. linearis, G. leaevigata

Famili : Matoniaceae
Genus : Matonia
Spesies : M. pectinata
Genus : Phanerosorus
Spesies : Phanerosorus sp. (banyak tumbuh di Kalimantan)

Famili : Loxomaceae
Genus : Loxoma
Spesies : L. cunninghami

Famili : Hymenophyllaceae
Genus : Hymenophyllum
Spesies : H. junghuhnii, H. australe
Genus : Trichomanes
Spesies : T. teysmani, T. javanicum, T. palmatifidium

Famili : Dicksoniaceae
Genus : Dicksonia
Spesies : D. blumei, D. antartica (di Australia)

Famili : Thyrsopteridaceae
Genus : Thyrsopteris
Spesies : Thyrsopteris sp

Famili : Cyatheacea (paku tiang)
Genus : Cyathea
Spesies : C. javanica (di hutan-hutan dan di pinggir sungai)
Genus : Alsophila
Spesies : A. glauca

Famili : Polypodiaceae
Subfamili : Woodsieae
Genus : Woodsia
Spesies : Woodsia sp
Genus : Cystopteris
Spesies : C. tenuisecta, C. fragilis

Subfamili : Onocleae
Genus : Onoclea
Spesies : O. sensibilis

Subfamili : Oleandreae
Genus : Oleandra
Spesies : O. musifolia

Subfamili : Aspidieae
Genus : Dryopteris (Aspidium)
Spesies : D. filix-mas, D. disecta, D. rufescens

Subfamili : Asplenieae
Genus : Asplenium
Spesies : A. nidus (paku sarang burung)
Genus : Blechnum
Spesies : B. orientale, B. patersonii

Subfamili : Pterideae
Genus : Pteridium
Spesies : P. aquilinum (paku garuda)
Genus : Pteris
Spesies : P. ensiformis
Genus : Adiantum
Spesies : A. cuneatum (suplir), A. farleyanse (ekor merak)
Genus : Anograma
Spesies : A. subdigitata, A. leptophylla
Genus : Notochlena
Spesies : N. hirsuta

Subfamili : Vittarieae
Genus : Vittaria
Spesies : V. elongata
Genus : Anthrophyum
Spesies :
Anthrophyum sp.

Subfamili : Polypodieae
Genus : Polypodium
Spesies : P. vulgare, P. sinuosum, P. sundaicum, P. trilobum, P. triquetrum, P. feei
Genus : Cyclophorus
Spesies : C. nummularifolius, C. varius, C. longifolius
Genus : Drymoglossum
Spesies : D. piloselloides (paku picis)

Subfamili : Acrosticheae
Genus : Elaphoglossum
Spesies : E. angulatum
Genus : Platycerium (paku tanduk rusa)
Spesies : P. bifurcatum, P. coronarium
Genus : Acrostichum
Spesies : A. spesiosum, A. aureum (paku laut)

3. Subklas Hydropterides (Paku Air)
Famili : Salviniaceae
Genus : Salvinia (paku sampan)
Spesies : S. natans, S. cucullata, S. minima
Genus : Azolla
Spesies : A. pinnata (di sawah-sawah di Indonesia dan Asia), A. caroliniana (di Amerika)

Famili : Marsileaceae
Genus : Marsilea
Spesies : M. crenata (paku semanggi)
Genus : Pilularia
Spesies : P. globulifera (paku semanggi)
Genus : Regnellidium
Spesies : R. diphyllum

Daur Hidup Pteridophyta
Daur hidup paku homospora (isospora) sebagai berikut :


Daur hidup paku heterospora sebagai berikut :


KARYA :

ISMAIL SATRIO WIBOWO X-E

RANI PURWATI X-E

HAMDAN FAUZI X-E

EPI KURNIASARI X-E

MARLINA JAYA DIPUTRI X-E

FRISKA RISFIANI X-C

DIZA PRAWIDASARI  X-A

Oleh: isheti | Mei 21, 2010

Protista

Protozoa

(Protista Mirip Hewan)

Berdasarkan alat geraknya Rhizopoda dibedakan menjadi empat macam :

  1. Rhizopoda
  2. Flagellata
  3. Ciliata
  4. Sporozoa
  1. Rhizopoda

Ciri khusus Rhizopoda adalah memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodium) .  Kaki semu merupakan penjuluran protoplasma  sel  . Proses penjuluran plasma ini berlangsung sebagai berikut .  Bagian protoplasma yaitu endoplasma yang kental (plasmogel) , mencair sementara menjasi plasmosol , sehingga mudah bergerak membentuk penjuluran . Kemudian , jika plasmossol mengentalmaka penjuluran tertarik kembali , dmikian seterusnya .

Ada dua tipe kaki semu , yaitu :

  1. Tipe labodia

Tipe labodia berbentuk agak lebar dengan ujung penjuluran membenuk tabung .  Protoplasmanya tersusun atas ektoplasma dan endoplasma .

  1. Tipe fiopodia

Tipe filopodia ini memiliki ujung penjuran yang runcing dan biasanya bercabang .  Protoplasmanya tersusun atas ektoplasma saja .

  1. a. Struktur tubuh

Sel amoeba dilindungi oleh membaran sel. Di dalam sel tersebut terdapat organel-organel antara lain inti sel, vokuola konraktil, dan vokuola makanan.

1)      Membran sel dan membran plasma

Membran sel (plasmalema) berfungsi melindungi protoplasma . Sitoplasma dibedakan atas ektoplasma dan endolasma  . Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang lataknya berdekatan dengan membran plasma dan pada umumnya jernih (tidak berganula). Endoplasma merupakan merupakan bagian dalam plasma , pada umumnya bergranula. Di dalam endoplasma terdapat satu inti, sau vokuola kontraktil, dan beberapa vokuola makanan.

2)      Inti sel (nucleus)

Intiselberfungsi untukmengatur seluruh kegiatan yang berlangsung di dalam sel.

3)      Vokuola kontraktil (rongga berdenyut)

Organ ini berfungsi sebagai organ ekskresi sisa makanan. Vokuola kontraktil juga mengatur agar tekanan osmosis sel selalu lebuh tinggi dari tekanan osmosis disekitarnya.

4)      Vokuola makanan

Organ ini berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicernakan akan keluar melalui vokuola kontraktil.

  1. b. Tempat Hidup

Berdasarkan tempat hidupnya amoeba dibedakan atas dua jenis, yaitu sebagai berikut.

1)      Ektoameba

Ektoameba hidup di luar tubuh organism lain (hidup bebas). Misalnya, Amoeba proteus,ameba raksasa Chaos caroinense (dapat mencapai ukuram 100 mikron)

2)      Entameba

Entameba ini hidup did ala tubuh organism. Contoh entameba antara lain sebagai berikut.

  1. a. Entamoeba histolyca

Hewan ini hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit, dan menyebabkan penyakit perut disentri ameba. Organism ini masuklewat air minum dan makanan.

  1. b. Entamoeba coli

Entamoeba coli hidup di dalam kolon (usus besar) manusia. Ameba ini tidak bersifat parasit, tetapi kadang-kadang dapat menyebabkan buang air besar terusmenerus (diare).

  1. c. Entamoeba gingivalis

Entamoeba gingivalis ini hidup did ala rongga mulut dan menguraikan sisa makanan, hingga merusak gigi dan gusi.

Contoh Rhizopoda lainnya adalah sebagai berikut.

a) Arcella

Arcella memiliki kerangka luar yang tersusun dari zat kitin. Arcella ini banyak terdapat di air tawar.

b) Difflugia

Kerangka luar Difflugia dapat mengeluarkan selaput lender yang menyebabkan butir-butir pasir halus dan benda lain dapat melekat.

c)       Foraminifera

Foraminifera memiliki kerangka luat yang terdiri dari silica atau zat kapur (mengandung kalsium karbonat). Semua anggota foraminifera hidup di laut. Foraminifera yang terkenal adalah genus Globigerina. Lapisan foraminifera dapat digunakan sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi.

d) Radiolaria

Radiolaria merupakan organism laut, berbentuk bulat hampir seperti bola, dan memiliki banyak duri tang terbuat dari zat kitin dan stronsium sulfat. Radiolarian yang mati akan mengendap didasar perairan membentuk endapan yang disebut lumpur radiolarian. Lumpur radiolarian berguna untuk bahan penggosok serta bahan peledak. Contoh genus radiolarian antara lain Acanthometron dan Collosphaera.

2. Flagellate


Flagellate dicirikan dengan adanya flagella (bulu cambuk) untuk bergerak,  memasukan makanan ke mulutnya, dan merespons rangsang dari lingkungan sekitarnya. Flagellate dibedakan menjadi dua, yaitu fotoflagellata dan zooflagellata.

  1. a. Fitoflagellata

Fitoflagellata adalah flagella yang dapat berfotosintesis karena memiliki klorofil.

1)      Struktur tubuh

Ada fitoflagella yang tubuhya diselubungi oleh membrane selulosa, misalnya Volvox. Ada pula fitoflagella yang memiliki lapisan pelikel, misalnya Euglena. Pelikel adalah selaput plasma yang terbentuk dari selaput plasma yang mengandung protein.

2)      Reproduksi

Fitoflagella bereproduksi melalui dua cara, yaitu secara seksual dengan konjugasi dan aseksual dengan membelah diri.

3)      Klasifikasi

Fitoflagella dibedakan menjadi tiga kelas yaitu Euglenoida, Dinoflagella, dan Volvocida.

a)      Euglenoida

Bentk tubuh anggota Euglenoida menyerupai gelondongdan diselimuti oleh pelikel. Euglenoida mempunyai satu atau dua flagella di bagian ujung anterior. Di bagian ujung anterior juga terdapat bintik mata berwarna merah yang mengandung pigmen karoten. Bintik mata berfungsi untuk melindungi daerah peka cahaya di pangkal flagella. Anggota kelompokini yang terkenal adalah Euglena viridis.

b)      Dinoflagellata

Bentuk tubuh Dinoflagellata bervariasi tetapi kebanyakan lonjong dengan warna kecoklatan dan kekuningan. Dinoflagellata merupakan penyusun plankton laut. Walaupun sebagian besar berhabitat di laut, ada juga Dinoflagellata yang hidup di air tawar.

Dinoflagellata ada yang bersimbiosis dengan terumbu karang, anemone, ubur-ubur, dan invertebrate lainnya. Flagellanya terletak di cekunagan transversal yang mengelilingi tubuh. Banyak spesies Dinoflagellata kehilangan flagellanya dan tumbuh sebagai fase vegetataif yang nonmotil. Contoh anggota Dinoflagellata antara lain Nocticula milliaris, Ceratium, dan Gymnodinium.

c)       Volvocida

Volvocida umumnya berbentuk bulat, hidup secara soliter atau berkoloni. Volvocida mempunyai dua flagella. Dinding sel Volvocida tersusun atas selulosa. Contoh anggota kelompokini adalah Volvox globator.

  1. b. Zooflagella

Zooflagella adalah flagellate yang tidak berkoroplas dan menyerupai hewan.

Trypanosoma

1)      Struktur tubuh

Bentuk tubuh Zooflagellata mirip dengan leher porifera. Zooplagellata mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran air dengan menggoyangkan flagella. Selain itu, flagella juga berfungsi sebagai alat gerak.

2)      Reproduksi

Reproduksi terjadi secara aseksual dengan pembalahan biner longitudinal, sedangkan reproduksi seksual belum banyak diketahui.

Contoh yang terkenal adalah dari genus Trypanosoma dan Leismania. Keduanya bersifat parasit pada tubuh manusia dan hewan.

a)      Trypanosoma

Trypanosoma memiliki tubuh pipih panjang seperti daun dan tidak membentuk kista. Trypanosoma hidup di dalam sel darah merah, sel darah putih, dan sel hati tubuh vertebrata inangnya. Infeksi karena Trypanosoma disebut trypanosomiasis.

Dalam siklus hidupnya, Trypanosoma memiliki dua bentuk, yaitu berflagelapada fase ekstraseluler dan tidak berflagela pada fase intraseluler. Sebagian dari siklus hidupnya melekat di sel lambung atau mengisap darah manusia. Hospes perantara Trypanosoma adalah hewan-hewan pengisap darah. Jenis-jenis Trypansoma sebagai berikut.

  1. Trypanosome lewisi, hidup pada tikus,hospes perantaranya adalah kutu tikus.
  2. Trypanosome evansi, penyebab penyakit sura (malas) pada ternak, hospes perantaranya adalah lalat tebanus.
  3. Trypanosome brucei, penyebab penyakit nagano pada ternak, hospes perantaranya adalah lalat tse-tse.
  4. Trypanosome gambiense dan Trypanosoma rhodesiense. Hewan penyebab tidur pada manusia ini mulanya terdapat di Afrika, kemudian menyebar ke  Asia. Hospes perantaranya adalah lalat tse-tse, yaitu Glossina palpalis untuk T. gambiense dan Glossina mursitans unutk T. rhodesiense.
  5. Trypanosome cruzi, penyebab penyakit anemia pada anak-anak (cagas); T. cruzi ditemukan di Amerika Tengah.

b) Leishmania

Leishmania merupakan penyebab penyakit pada sel-sel endothelium pembuluh darah. Endothelium merupakan sel epithelium yang melapisi jantung, pembuluh darah, pembuluh limfa. Jenis-jenis Leishmania antaralain sebagai berikut:

  1. Leishmania donovani, penyebab penyakit kala azar yang ditandai dengan demam dan anemia. L. donovani banyak ditemukan di Mesir, sekitar Laut Tengah, dan India.
  2. Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit yang disebut penyakit oriental. L. tropica di temukan di Asia (daerah Mediterania) dan sebagian Amerika Selatan.
  3. Leishmania brasilliensis, penyebab penyakit kulit di Meksiko dan Amerika Tengah Selatan.

Infeksi karena Leishmania disebut leishmaniasis.

  1. 3. Ciliata

Ciliate dicirikan dengan adanya rambut-rambut getar/silia diseluruh/sebagian tubuhnya. Memiliki makronukleus, mikronukleus, serta vokuola sebagai alat osmoregulator.

  1. Struktur tubuh

1)      Kebanyakan ciliate berbentuk asimetris kecuali ciliate primitive, yang berbentuk simetris radial.

2)      Tubuh diperkuat oleh pelikel, yaitu lapisan luar yang tersusun dari sitoplasma padat .

3)      Tubuh diselimuti oleh silia. Silia yang menyelubbungi seluruh permukaan tubuh utama disebut silia somatic.

4)      Ciliate mempunyai dua tipe inti sel (nucleus), yaitu makronukleus dan mikrinukleus. Makronukleus dipergunkan unutkpertumbuhan, perkembangbiakan, dan fungsi seluler. Mikronukleus merupakan bahan inti yang dipertukarkan selama konjugasi.

5)      Ciliate tidak mempunyai struktur khusus untuk pertukaran udara dan ekskresi, tetapi mempunyai organ yang berfungsi menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya, yaitu vokuola kontraktil.

  1. Nutrisi dan cara  makan

Ciliata memiliki mulut atau sitostom yang terbuka menjadi saluran pendek di sitofaring. Pada organism primitive, mulut terletak di ujung anterior tetapi pada kebanyakan ciliate, bagian tersebut digantika oleh posterior.

Terdapat dua macam mulut pada ciliate, yaitu:

1)      Mulut membrane berombak atau membrane yang bergerak, merupakan silia yang menyatu dalam barisa panjang.

2)      Mulut membrane yang berupa barisan pendek dari silia yang bersatu membentuk piringan.

Fungsi silia di mulut adalah untuk mengalirkan makannam dan  mendorong partikel makanan menuju sitofaring. Contoh anggota ciliate yang terkenal adala Paramecium

Contoh ciliata lainnya, antaralain sebagai berikut:

a)      Stentor: hewan ini bentuknya seperti terompet dan menetap pada satu tempat

b)      Didinium: merupakan predator pada ekosistemperairan , yaitu pemangsa Paramecium

c)       Vorticella: berbentuk seperti lonceng, bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral, yang dilengkapi dengan silia di sekitar mulutnya

d)      Stylonichia: berbentuk seperti sifut, silianya berkelompok. Stylonichia banyak ditemukan pada permukaan daun yang terendam air.

e)      Balantidium coli: berhabitat di kolok (usus besar) manusia dan dapat menimbulkan balantidiosis (gangguan pada perut)

  1. Sporozoa

Sporozoa tidak memiliki alat gerak. Sporozoa bergerak dengan mengubah posisi tubuhnya. Sporozoa hidup sebagai parasit pada tubuh inangnya, dan menyebabkan penyakit.

  1. Struktur tubuh

1)      Tubuhnya berbentuk bulat panjang

2)      Ukuran tubuhnya hany beberapa micron, tapi dalam usus manusia atau hewan data mencapai 10 mm.

3)      Tubuh terbentuk dari kumpulan tropozoit memanjang.

  1. Reproduksi

Reproduksi secara aseksual dengan skizogoni yaitu pembelahan diri yang berlangsung di dalam tubuh inang tetap, dan sporogoni yaitu pembentukan spora yang berlangsung pada inang peratara (hospes intermediet).

Reproduksi secara seksual melalui persatuan gamet jantan (mikrogamet)dan gamet betina (makrogamet) yang berlangsung dalam tubuh nyamuk. Salah satu contoh sporozoa adalah Plasmodium. Siklus hidup plasmodium di dalam tubuh inang berhasil diungkap oleh Charles Laverans dan Giovanni Grassi , yaitu sebagai berikut.

Gambar siklus

Pada sat seekor nyamuk Anopheles betina mengisap darah, nyamuk mengeluarkan zat anti pembeku darah untuk menjaga agar darah korban tidak membeku. Zat ini disebut antikoagulan . Bersamaan dengan keluarnya zat antikoagulantersebut, keluarlah sporozoit dari mulut nyamuk  dan masuk kedalam luka gigitan di tubuh korban. Sporozoit kemudian hidup di dalam sel parenkim hati. Keadaan ini disebut fase eksoeritrositair.

Setelah tiga hari, sporozoit keluar dari hati, kemudian menyerang dan masuk ke sel-sel darah merah. Fase ini disebut fase eritrositair. Setiap satu tropozoit akan membelah (skizogoni) menjadi 6-36 merozoit, tergantung macam spesiesnya.

Setelah sel darah merak pecah, merozoit keluar dan mencari sel darah merah yang baru. Kejadian demikian berulang beberapa kali. Dalam sepuluh hari, tubuh penderita sudah mengnadung banyak merozoit. Pada saat sel darah merah pecah, penderita merasa demam.

Setelah beberapa kali mengalami skizogoni, merozoit berubah menjadi gametosit, yaitu persiapan menjadi gamet jantan dan gamet betina. Hal ini disebut gamogami, yang berlangsung dalam tubuh manusia.

Jika saat itu darah manusia diisap oleh nyamuk Anopheles betina, darah yang mengandung gametosit akan masuk ke dalam tubuh nyamuk. Di dalm tubuh nyamuk, gametosit akan berubah menjadi gamet  jantan (mikrogamet) dan gamet betina (makrogamet). Dua gamet ini kemusian melebur membentuk zigot. Zigot kemudian menjadi ookinet, yang akan menerobos dinding usus atau perut nyamuk dan mengisap makanan dari tubuh nyamuk. Ookinrt kemudianmembesar menjadi oosista. Satu osista menghasilkan beribu-ribu sporozoit dengan cara sporogoni.

Jenis-jenis Plasmodium adalah sebagai berikut.

1)      Plasmodium falciparum: masa sporulasinya setiap 1-2 x  24 jam, menyebabkan penyakit malaria tropika

2)      Plasmodium vivax: masa sporulasinya setiap 2 x 24 jam,menyebabkan penyakit malaria tertian

3)      Plasmodium malariae: mass sporulasinya setiap 3 x 24 jam, menyebabkan penyakit malaria tertian

4)      Plasmodium ovale: penyebab penyakit limpa, masa sporulasinya setiap 48 jam. Plasmosium ini tidakterdapat di Indonesia.

PERANAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN

  1. Bakteri yang bermanfaat

1)      Lactobacillus casei digunakan dalam pembuatan keju

2) Streptococcus lactis dan Streptococcus cremoris digunakan dalam pembuatan keju dan mentega

3) Lactobacillus citrovorum digunakan untuk member aroma pada mentega dan keju

4) Bcillus brevis menghasilkan antibotik tirotrisin; Bacillus subtilis menghasilkan antibiotic basitrasin; Bacillus polymixa menghasilkan polimixin

5) Nitrosomonas, Nitribacter, dan Nitrsococcus berperan dalam proses penambahan kesuburan tanah (membentk humus)

6) Acetobacter penting dalam pembuatan asam cuka dan nata de coco

  1. Bakteri yang merugikan

1)      Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC

2)      Treponema pertenue menyebabkan penyakit patek (frambusia)

3)      Yersinia pestis menyebabkan penyakit pes (sampar)

4)      Clostrisium tetani menyebabkan tetanus

5)      Neisseria gonorrhoeae menyebaabkan kencing nanah

Oleh: isheti | Mei 21, 2010

FUNGI

FUNGI (JAMUR)

Jamur dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yang agak berkaitan:

1. Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh.
2. Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di   bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.
3. Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dari ungkapan “Rotinya sudah berjamur” yang maksudnya adalah ‘rotinya telah ditumbuhi kapang’.

CIRI-CIRI UMUM JAMUR
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

1. Struktur Tubuh

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.
Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.
Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.
Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.

2. Cara Makan dan Habitat Jamur
Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Clntuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit. Lihat Gambar 5.3.

a. Parasit obligat
merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya,
sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia
carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).

b. Parasit fakultatif
adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang
sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang
cocok.

c. Saprofit
merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang
mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah
mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur
saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk
mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga
mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung
menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang
dikeluarkan oleh inangnya.
Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.
Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.

3. Pertumbuhan dan Reproduksi
Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.

Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis.

KLASIFIKASI JAMUR

1.     Zygomiycotina

a) Struktur tubuh

Miceliumnya bercabang banyak dan hifanya tidak bersekat – sekat, miselium pada rizopus memiliki tiga tipe hifa, yaitu ;
1. Stolon, yaitu hifa yang membentuk jaringan pada substrat misalnya roti.
2. Ryzoid, yaitu hifa yang membentuk substrat dan berfungsi sebagai jangkar untuk menyerap makanan.
3. Sporanggiofor, yaitu hifa yang tumbuh tegak pada permukaan substrat dan memiliki sporangia globuler( bentuk built diujungnya).

b) Cara reproduksi

Secara aseksual denagn spora yang dihasilkan oleh sporagonium, sedangkan seksualnya dengan konjugasi.

Gambar Rizopus Stolonipus

c) Peranan

Beberapa spesies Zygomycota bermanfaat dalam pembuatan makanan, misalnya Rhizopus oryza untuk membuat tempe dan Mucor javanicus terdapat dalam ragi tempe

2.     Ascomycotina

a. Kelas Hemiascomycetes

Kelompok jamur ini tidak membentuk askoskap, tidak mempunyai hifa, tubuhnya terdiri dari sel bulat atau oval yang dapat bertunas, sehingga berbentuk rantai sel atau hifa semu. Contoh anggoat adalah saccaromyces.

Macam Saccaromyces, yaitu:
1. Saccaromyces cereviae
2. Saccaromyces tuac
3. Saccaromyces elipsoideus,

b. Kelas Plectomicetes

Adalah  takson kelas Ascomycota yang bercirikan adanya askokarp berbentuk bola yang disebut kleistotesium.

Aspergillus
1. Afergillus fungigatus, bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pernapasan pada unggas,
2. Aspergillus flafus, menghasilkan alpha toksin yang diduga sebagai penyebab penyakit kanker hati
3. Aspergillus niger, mengahasil kan asam sitrat.
4. Aspergillus oryzae , untuk merombak zat pati dalam pembuatan minuman beralkohol.
5. Aspergillus nidulans, parasit pada telinga menyebabkan automatikosis,
6. Aspergillus soyae, untuk pembuatan kecap.

- Pericillium

Banyak terdapat pada bahan – bahan organic dan sebagai sapporofit , misalnya sebagai berikut:
1. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum penghasil zat antibiotic.
2. Penicillium camneberti dan Penicillium reguefort, dimafaatkan untuk meningkatkan kualitas keju.
3. Penicillium itanicum, dan penicillium digitatum perusak buah jeruk.
4. Penicillium ekspansum, menyebabkan buah apel membusuk ditempat penyimpanan.
5. Penicillium islandicum, merusak beras sehingga berubah warna sehingga menjadi kuning.

- Pyrenomycetes

Ciri khas yang dimiliki adalah askokarp berbentuk khusus yang dilengkapi dengan ostiolum (lubang untuk melepas askus dan askospora). Tubuh buah seperti itu disebut peritesium, yang dapat berwarna cerah atau gelap.
Contoh kelas Pyrenomycetes adalah Neurospora sitophilla yang banyak digunakan di Indonesia untuk membuat oncom merah dari ampas tahu atau bungkil kacang tanah, neurospora dapat tumbuh subur pada tongkol jagung yang telah direbus dan telah diambil bijinya.

3.     Basidiomycotina

Ciri utama dari divisi ini adalah hifa septat dengan sambungan apit (clamp connection), spora seksualnya terbentuk dari basidium yang berbentuk ganda.
Terdiri dari beberapa kelas, diantaranya adalah kelas Hymenomycetes, ordo Argalicales, family Agaricaceae, yang mencakup jamur – jamur berlamela atau memiliki keeping lipatan.
Ciri – ciri jamur ini antara lain adalah berdaging, saprobe, tubuh buah seperti payung,tetapi pada bebrapa spesies tangkainya asimetris, pendek bahkan tidak bertangkai. Basidiospora terdapat dipermukaan lamella atau bilah yang terbentuk di bagian bawah tudunya, contoh terkenal dari agaricaceae ini adalah Volvariella volvaceae (jamur padi, kamur dami).
Daur hidup basidiomycotina dimulai dari pertumbuhan spora basidium atau pertumbuhan konidium. Spora basidium atau konidium akan tumbuh menjadi benang hifa membentuk miselium.

4. Deuteromycotina

Divisi terakhir ini disebut juga fungiimperfecti karenakarena belum diketahui adanya reproduksi seksual , hifa septat atau uniseluler.

a. Cara reproduksi

Reproduksi aseksual dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus disebut konidiofor. Kemungkinan jamur ini merupakan suatu perkembangan jamur yang tergolong Ascomycocetes ke Basidiomicetes tetapi tidak diketahui hubungannya.

b. Cara hidup

Jamur ini bersifat saprofit dibanyak jenis materi organic, sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi , dan perusak tanaman budidaya dan tanaman hias. Jamur ini juga menyebabkan penyakit pada manusia , yaitu dermatokinosis (kurap dan panu) dan menimbulkan pelapukan pada kayu.
Contoh klasik jamur ini adalah Monilia sitophila , yaitu jamur oncom. Jamur ini umumnya digunakan untuk pembuatan oncom dari bungkil kacang. Monilia juga dapat tumbuh dari roti , sisa- sisa makanan, tongkol jagung , pada tonggak – tonggak atau rumput sisa terbakar, konodiumnya sangat banyak dan berwarna jingga.
Fase pembiakan secara vegetative pada monilia sp. Ditemukan oleh Dodge (1927) dari Amerika Serikat, sedangakan fase generatifnya ditemukan oleh Dwidjoseputro (1961), setelah diketahui fase generatifnya, kenudian jamur ini dimasukkan golongan ascomycocetes dan diganti namanya menjadi Neurospora sitophilla atau Neurospora crassa.
Reproduksi generative Monilia sp dengan menghasilkan askospora. Askus – askus yang tumbuh pada tubuh buah dinamakan peritesium, tiap askus mengandung delapan spora.
Contoh lain jamur yang tidak diketahui alat reproduksi seksualnya antara lain : Chalado sporium, Curvularia, Gleosporium, dan Diploria.
Untuk memberantas jamur ini digunakan fungisida , misalnya lokanol dithane M-45 dan copper Sandoz.

Peranan Jamur

Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.
a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan
berprotein tinggi.
b. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu
dalam pembuatan tempe dan oncom.
c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri
keju, roti, dan bir.
d. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.

Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.
a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit
rebah semai.
b. Phythophthora infestan menyebabkan penyakit pada daun tanaman
kentang.
c. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.
d. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
e. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru
manusia.
f. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.