Oleh: isheti | Maret 4, 2010

DAKWAH SIMPATI SARENG EMPATI

Tiap jalmi anu ngagem agama Islam. teu bisa henteu kedah janten dai atanapi daiyah naha dina skal mikro atanapi dina skala makro, Ketika ia meyakini Islam sebagai kebenaran absolut, ia pun diwajibkan menularkanya pada orang lain, Pada saat itu ia telah menjalankan sareat Islam,tak ada alternatif lain  baginya kecuali mengajarkan pada manusia diluar dirinya,Hidup seorang muslim memiliki dua fungsi : fungsi individual ( untuk dirinya sendiri) sekaligus fungsi dan tanggung jawab sosial ,

Masalah kita timbul ketika kita masuk ke lapangan, Bagaimana cara menghadapi seseorang? bagaimana mengajak orang supaya sadar akan kewajibannya untuk melaksanakan ajaran Islam?

Setiap orang sebenarnya punya cara dan metode bagaimana dia menghadapi orang lain, Ada orang yang dengan mudah dapat menerima nasehat-nasehat atau dakwah kita,Ada juga yang susah . sehingga harus mencari cara yang  paling tepat.

Secara global memang ada cara  atau prinsip- prinsip yang umum,

Paling susah kita mengajak mempercayai atau mebjalankan sesuatu kepada orang lain,yang orang itu pernah mempercayai atau menjalankan sesuatu yang diajarkan kepadanya.dan ia pernah dikecewakan secara mendalam oleh keyakinan yang tertanam dalam jiwanya dan diljalankan dalam keseharianya,Sebelum kita selsai ngomong mungkin dia akan cepat-cepat memotong omongan  kita,

Sanaos kumaha bae jalmi mah sanes benda atanapi barang anu teu aya nyawaan,Pami urang gaduh batu sakapeul.urang tiasa ngalakukeun kumaha wae ka eta batu sakumaha kahoyong sareng kamampuan urang,Eta batu tiasa dibaledogkeun. dibeulah.digorolongkeun.sareng sanes-sanesna deui, Benten sareng jalmi anu gaduh nyawa. gaduh jiwa. gaduh pangalaman. gaduh cita-cita. kayakinan sareng kahoyong.Cindekna manusa mah moal tiasa dikitu kieu sakahoyong urang,

Kadang-kadang m=nu dilakukaeunana papalimpang pisan sareng nasehat nu didugikeun ku urang,

Untuk mengubah atau mempengaruhi sikap.pendapat dan keyakinan seseorang. seorang dai terlebih dahulu harus mengetahui hal ikhwal orang yang menjadi sasaran,

Dalam ilmu jiwa (Psikologi) ada istilah “Simpati” dan “Empati”.Dua-duana ngagaduhan makna nu kaciada bedana,Simpati nyaeta berusaha merasakan pengalaman atau perasaan orang lain dengan ukuran pengalaman atau perasaan sendiri,Sedangkan empati berusaha mmerasakan pengalaman dan perasaan dengan ukuran pengalaman dan perasaan orang yang bersangkuta. kita merasakan seperti orang lain merasakanya,
Tah ieu nu sesah teh sikap memahami dan mengerti apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain.Tidak mudah menerima orang lain sebagai mana adanya, orang cenderung ingin orang lain mengikuti apa yang diinginkan,dipikirkan ,dan dirasakanya.
Katawis didieu naon nu dianggap bener ku urang can tangtos leres ceuk batur. Mungkin satu hal yang oleh kita dipandang sebagai hal yang menghawatirkan, bagi orang lain justru sebagai suatu yang menyenangkan.
Dalam berdawah inilah yang perlu kita perhatikan.Ada pepatah yang mengatakan” Berbicaralah dengan bahasa lawan bicara”.Sebuah ungkapan sederhana tapi bermakna.
Kita tidak mungkin mampu mematahkan argumen atau pemikiran orang lain dengan argumen dan pemikiran dari sumber yang dibencinya .Maka caril tahu apa keinginannya,apa kesenangannya,apa kebutuhanya,jangan sekali-kali kita mencelanya atu menyalahkanya.Cari pemikirannya yang sama dengan kita dari pendapat yang disetujui baru mulailah kita bicara pada tujuan yang diinginkan.Kita cari kontradiksi dari pemikiran yang dianutnya kemudian kita berikan argumentasi dari akal logis atau dari sumber yang dia sendiri menyetujuinya. Setelah itu barulah kita mmasuk ke wilayah keyakinan yang kita tawarkan.Tapi kita jangan lupa bahwa hidayah bukan kehendak kita, maka trik pamungkas berdoalah untuknya mudah-mudahan Alloh memberikan hidayahnya.

Untuk anaku bidadariku FITRANTY ADIRESTUTY


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: