Oleh: isheti | Maret 27, 2010

Geliat Ekonomi Syariah Kini

“Ekonomi syariah bukanlah solusi dari runtuhnya ekonomi kapitalis sekarang ini melainkan sebuah sistem ekonomi yang harus dilakukan sejak dulu”
Kata-kata tersebut terdengar menggema di Auditorium JICA UPI ketika sosok Kumaedi mahasiswa UPI sebagai Ketua Pelaksana memberikan sambutannya pada seminar Ekonomi syariah di Bulan Juni. Seminar yang diprakasai oleh SCIEMIC (Study Community of Islamic Economic) Universitas Pendidikan Indonesia ini, merupakan dari rangkaian kampenye FOSSEI (Forum Silaturahmi Study Ekonomi Islam) sebuah organisasi mahasiswa berskala nasional yang mengusung ekonomi syariah.
Konsep ekonomi syariah dengan cirinya win win solution sangat berbeda sekali dengan konsep ekonomi kapitalis dengan lose win nya yang hanya menguntungkan satu pihak di pihak lain ada yang dirugikan. Maka FOSSEI dengan sangat optimis sedang giat-giatanya menggemborkan ekonomi syariah termasuk mengadakan seminar ini.
Untuk menggeliatkan ekonomi syariah terget sasaran peserta adalah para guru SMA sederajat, namun diluar perkiraan atensi mahasiswa pun mengikuti seminar ini sangat tinggi. “Untuk menjamurkan ekonomi syariah, kami lebih memilih menularkannya dari bawah (baca: masyarakat) jika melalui jalan atas sulit ditempuh (baca: pemerintah). Dengan memberikan seminar ekonomi syariah ini kepada guru yang sedikit demi sedikit akan menularkan kepada anak didiknya. Apalah artinya masyarakat sekarang menolak kapitalisme di negeri kita apabila sejak di bangku sekolah kita dicekoki ilmu ekonomi yang kapitalis”, ujar panitia.
Sementara di pihak lain Kota Tasikmalaya telah lebih dulu ambil star mengusung ekonomi syariah. “Kami menilik visi Kota Tasikmalaya yaitu dengan Berlandaskan Iman dan Taqwa Kota Tasikmalaya Menjadi Pusat Perdagangan dan Industri Termaju di Priangan Timur Tahun 2012. Maka selanjutnya kami mulai merintis ekonomi syariah menjadi mata pelajaran MULOK sejak tahun 2002. Perjuangan itu akhirnya berujung pada keputusan No. 421.7/Kep.611-Disdik/2005 tanggal 10 Nopember 2005 tentang Penetapan Pelajaran Ekonomi Syariah Sebagai Mata Pelajaran Muatan Lokal SMP/MTs di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya,” tegas Ketua MGMP ekonomi syariah Kota Tasikmalaya yang hadir pada saat itu.
Ajudan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Abur Mustikawanto yang juga hadir sebagai pemateri, menegaskan bahwa “Inovasi ekonomi syariah di sektor pendidikan merupakan hal penting karena pendidikan merupakan jalan membangun human capital (modal manusia) dan sekaligus social capital (modal sosial). Sebagai human capital, pendidikan akan membentuk watak dan pola pikir individu dimana hal ini akan memberi pengaruh kepada masyarakat di sekitar individu itu berada dan juga sebagai penghasil pendapatan bagi dirinya.”
Sementara Agustianto sekertaris jenderal IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) yang juga hadir sebagai pemateri dengan sangat optimis berujar, “Memang geliat ekonomi syariah kini semakin terlihat, baik itu menjamurnya Bank syariah atau lembaga keuangan lainnya. Semua itu harus dilakukan dengan kesunguhan dan kerja keras terlebih masa depan ekonomi syariah ini berada di tangan para pemimpin periode berikutnnya”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: