Oleh: isheti | Juni 5, 2010

Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka)


Karakteristik Tumbuhan Berbiji Terbuka
Nama Gymnospermae berasal dari bahasa yunani yaitu gymnos yang berarti telanjang dan sperma yang berarti benih atau biji. Gymnospermae dapat juga disebut sebagai tumbuhan biji terbuka sebab bijinya tidak dilindungi daun buah.
Golongan tumbuhan ini memiliki pergiliran keturunan antara generasi Gametofit dan Sporofit. Generasi gametofitnya tereduksi, ukurannya kecil dan tidak bisa hidup dan tidak bisa hidup bebas. Tumbuhan biji terbuka yang kita lihat sehari-hari merupakan generasi sporofit, generasi ini hidup bebas, dominant dan mempunyai masa hidup yang lama. Generasi tersebut akan menghasilkan spora. Pada gymnospermae terdapat dua macam spora yaitu mikrospora yang akan menghasilkan sperma dan megaspore yang akan menghasilkan sel telur.
Pada tumbuhan ini terjadi pembuahan tunggal antara spema dan sel telur, kecuali pada Ephedra. Setelah proses pembuahan akan terbentuk zigot yang selanjutnya berkembang menjadi embrio didalam biji. Untuk pertumbuhannya embrio memerlukan zat makanan. Zat ini diperoleh dari gametofit betina yang fungsinya mirip dengan endosperma pada angiospermae.
Biji Gymnospermae terdapat pada struktur yang disebut strobilus. Bentuk strobilus ada yang bermacam-macam, ada yang seperti tongkol jagung, ada juga yang bulat atau ellips. Pada beberapa spesies, strobilus jantan dan betina terdapat dalam satu pohon, contohnya Pinus. Pada spesies lainnya strobilus jantan dan betina dapat terdapat pada pohon yang berbeda, contohnya adalah Podocarpus.
Tumbuhan berbiji terbuka telah banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa jenis dimanfaatkan sebagai tanaman hias, misalnya anggota Cycas dan Pinus. Jenis lainnya dapat digunakan untuk makanan, misalnya Gnetum gnemon (melinjo). Ginkgo biloba dapat digunakan untuk obat-obatan. Getah Agathis (damar) banyak digunakan untuk keperluan industri.

Klasifikasi Gymnospermaev
(a) Divisi Cycadophyta
Ciri Cycad mempunyai strobilus yang membawa butir serbuk sari atau bakal biji, Habitusnya seperti palm, batang tidak bercabang, strobilus uniseksual, berumah dua, daun majemuk membentuk roset di ujung batang, sel sperma mempunyai flagel dan motil. Contoh : Cycas rumphii, Dion edule dan Zamia floridana.
(b) Divisi Ginkgophyta
Ciri : Habitusnya seperti pohon, batang bercabang-cabang, daun tunggal seperti kipas dengan pertulangan dikotom, strobilus uniseksual, berumah dua, sel spermanya mempunyai flagella yang motil. Contoh : Ginkgo biloba.
(c) Divisi Coniferophyta
Ciri : Habitusnya seperti semak atau pohon, batang bercabang, daun tunggal agak sempit kadang-kadang tereduksi menjadi seperti sisik atau bentuk jarum, strobilus uniseksual atau berumah dua, sperma tidak berfalgella, nonmotil. Contoh : Pinus merkusii (pinus), Agathis dammara (damar).

(d) Divisi Gnetophyta
Ciri : habitusnya berupa semak atau pohon, batang bercabang, daun tunggal lebar atau daun kecil-kecil, strobilus uniseksual, berumah satu atau dua, memiliki sel sperma yang tidak berflagella, nonmotil, adanya pembuluh kayu dalam kayu sekundernya serta adanya strobilus jantan majemuk. Contoh : Gnetum gnemon, Ephedra dan Welwischia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: